Bulan-Bulan Jupiter Ternyata Lebih Panas dari yang Diperkirakan

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Senin 14 September 2020 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 16 2277366 bulan-bulan-jupiter-ternyata-lebih-panas-dari-yang-diperkirakan-h3HbIzWBC4.jpg Bulan-bulan Planet Jupiter. (Foto: Slashgear)

PARA ilmuwan mengumumkan bahwa bulan-bulan Planet Jupiter ternyata memiliki suhu lebih panas dari yang diperkirakan, padahal jaraknya 483 juta mil dari matahari. Sebelumnya mereka percaya bahwa kehangatan ekstra di bulan berasal dari Jupiter, tetapi kini muncul hipotesis baru.

Dikutip dari Slashgear, Senin (14/9/2020), para ilmuwan sekarang percaya bahwa bulan Jupiter saling memanas melalui pemanasan pasang-surut. Hipotesis yang berdasarkan pengamatan pemanasan dari bulan ke bulan telah menemukan bahwa interaksi gravitasi antara bulan dapat menyebabkan lebih banyak pemanasan pasang-surut daripada hasil dari mengorbitnya Jupiter.

Baca juga: Fenomena Alam Unik, Jupiter dan Saturnus Bakal Terlihat Dampingi Bulan 

Menurut ilmuwan Hamish Hay dari Jet Propulsion Laboratory di NASA, ini merupkan penemuan mengejutkan bahwa bulan-bulan menyebabkan begitu banyak pemanasan meskipun ukurannya jauh lebih kecil dari Jupiter. Ia menambahkan, bulan-bulan tidak akan menciptakan respons pasang-surut begitu besar.

Para peneliti berharap penemuan ini akan membantu para astronom mempelajari lebih lanjut tentang evolusi sistem bulan Jovian secara keseluruhan. Sejauh ini diketahui terdapat 79 bulan Jovian. Empat di antaranya diketahui cukup hangat untuk menyembunyikan lautan cair di bawah permukaannya. Ia memiliki lebih dari 400 gunung berapi aktif.

Baca juga: Temuan Planet Pink Seukuran Jupiter Curi Perhatian Ilmuwan 

Pemanasan pasang-surut bulan terjadi melalui proses yang dikenal sebagai resonasi pasang-surut di mana bulan pada dasarnya bergetar pada frekuensi tertentu. Ini merupakan fenomena yang terjadi di mana-mana dengan air, seperti di bumi. Resonansi menciptakan lebih banyak pemanasan secara signifikan.

Para ilmuwan mencatat bahwa ketika sesuatu didorong pada frekuensi yang tepat, osilasi menjadi semakin besar, sama seperti saat manusia mendorong ayunan. Ketika menghitung frekuensi alami untuk bulan-bulan ini, para peneliti menemukan bahwa resonansi pasang-surut Jupiter saja tidak cocok dengan ukuran samudera yang diperkirakan berada di bawah permukaan beberapa bulan.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini