SpaceX Kembangkan Prototipe Starship Baru untuk Misi ke Mars

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Senin 14 September 2020 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 16 2277434 spacex-kembangkan-prototipe-starship-baru-untuk-misi-ke-mars-0Hw8wexM6r.jpg Pesawat luar angkasa SN6 milik SpaceX. (Foto: SpaceX)

SPACEX kembali membuat prototipe starship atau pesawat luar angkasa untuk penerbangan jarak jauh di masa depan. Ini merupakan prototipe lanjutan dari SN6 setelah SN7 "sengaja" diledakkan saat uji tekanan pada Juni lalu.

Mengutip dari Space, Senin (14/9/2020), prototipe ini bernama SN8 dan sedang dibangun di fasilitas SpaceX, dekat Desa Boca Chica, Texas Selatan, Amerika Serikat. Prototipe tersebut didesain untuk melakukan lompatan hingga 60.000 kaki (sekira 18.000 meter). Ini menjadi target paling tinggi setelah prototipe SN5 dan SN6 berhasil melompat setinggi 500 kaki (150 meter).

Baca juga: SpaceX Pasang Booster "Super Heavy" di Roket Starship 

Selain lompatan yang didesain lebih tinggi, SN8 juga dikabarkan akan memuat tiga raptor generasi terbaru milik SpaceX. Ini jauh lebih banyak dibanding SN5 dan SN6 yang hanya didukung satu raptor. Lebih lengkap, prototipe baru tersebut juga akan memiliki nosecone yang belum hadir di prototipe sebelumnya.

"Kapal luar angkasa SN8 dengan flap and nosecone harus selesai dalam waktu sekira satu minggu. Kemudian static fire, checkouts, static fire, terbang ke 60.000 kaki (18.300 meter) dan kembali," jelas CEO SpaceX Elon Musk melalui akun Twitter-nya, Sabtu 12 September 2020.

Terlepas dari pembaruan ini, SN8 bukanlah versi prototipe paling tinggi yang dibuat SpaceX. Versi terakhir nantinya memuat enam raptor, sehingga ini baru mencapai setengah target –jika berhasil melakukan uji lompatan.

Sayangnya untuk saat ini SpaceX dan Elon Musk belum memberikan detail lebih lanjut perihal uji coba tersebut.

Baca juga: SpaceX Berhasil Luncurkan Satelit Observasi Bumi 

Elon Musk menginginkan kapal luar angkasa miliknya dapat menerbangkan hingga 100 orang ke Planet Mars, bulan, maupun tujuan lainnya.

Dengan kapal luar angkasa –yang akan setinggi 165 kaki (50 meter)– itu bakal diluncurkan menggunakan Roket Super Heavy. Keduanya akan didesain untuk menjadi kapal luar angkasa dan roket yang dapat digunakan kembali.

Meski uji belum selesai dilakukan, miliader asal Jepang Yusaku Maezawa telah memesan kapal luar angkasa SpaceX untuk mengelilingi bulan pada 2023.

Ada juga NASA yang juga memesan slot untuk misi ke bulan bernama program Artemis pada 2024. Misi itu akan menempatkan dua astronot di dekat kutub selatan bulan. Lalu jika berhasil, kedua perangkat itu akan bekerja penuh untuk misi lainnya di masa depan.

Baca juga: Astronom Keluhkan Satelit Starlink Elon Musk Ganggu Studi Ilmiah 

Roket SpaceX. (Foto: Unsplash)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini