China Luncurkan 9 Satelit Observasi Bumi dari Atas Laut Kuning

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 16 2278697 china-luncurkan-9-satelit-observasi-bumi-dari-atas-laut-kuning-LKwdeMZqv1.jpg China luncurkan Roket Long March 11 dari atas Laut Kuning. (Foto: NASA Space Flight)

CHINA kembali meluncurkan Roket Long March 11 dari platform di atas laut. Peluncuran itu dilakukan pada Selasa 15 September 2020.

Berbeda dengan peluncuran tahun lalu, kali ini untuk pertama kalinya China menggunakan fasilitas pelabuhan baru di Haiyang, wilayah timur China.

Baca juga: Peluncuran Pertama Misi Orbit Roket Astra Gagal Mencapai Target 

Itu merupakan sebuah platform peluncuran yang terletak di atas Laut Kuning bernama De Bo 3 dengan panjang 524 kaki atau setara 159,6 meter.

Mengutip dari NASA Spaceflight, Rabu (16/9/2020), Roket Long March-11 berhasil meluncur pada pukul 01.23 UTC. Peluncuran itu dipimpin melalui kapal komando dan kendali bernama Bei Hai Jiu 101.

Roket membawa sembilan satelit yang dikembangkan oleh Chang Guang Satellite Technology Co Ltd (CGST) milik Chinese Academy of Sciences. Perusahan ini merupakan spin-off komersial dari Changchun Institute of Optics, Fine Mechanics and Physics (CIOMP).

Space melaporkan, kesembilan satelit diluncurkan sebagai bagian dari konstelasi penginderaan jarak jauh bernama Jilin-1 OE. Ia ditempatkan pada posisi 332 mil atau 535 kilometer di lintasan orbit. Enam di antaranya tipe satelit puch-broom untuk mengambil gambar dengan fitur sekecil 3 kaki atau hampir 11 meter. Sedangkan tiga lainnya satelit pencitraan video.

Baca juga: Booster Roket Jatuh di Dekat Sekolah Usai Peluncuran Satelit Gaofen 11 

Terlepas dari itu, secara keseluruhan kesembilan satelit itu memiliki fungsi memberikan data berupa sumber daya tanah, perencanaan kota, pemantauan bencana dan penggunaan lainnya. Ini termasuk memberikan gambaran bencana geologi dan meringankan eksplorasi sumber daya alam. Dengan konstelasi akan digunakan untuk survei di bidang kehutanan, sumber daya, lingkungan, dan beberapa industri lainnya.

Saat ini CGST sedang membangun konstelasi dengan 138 satelit komersial untuk observasi bumi. Jumlah ini meningkat dari target awal 60 satelit dengan masa pembangunan dijadwalkan hingga 2030.

Melalui satelit sebanyak itu, konstelasi dapat mencitrakan bumi sebanyak lima hingga tujuh kali dalam sehari. Sementara dengan peluncuran ini maka konstelasi Jilin-1 OE telah bertambah menjadi 16 buah di lintasan orbit.

Baca juga: SpaceX Berhasil Luncurkan Satelit Observasi Bumi 

Sejauh ini China sudah melakukan 27 peluncuran pada 2020. Namun sayangnya pada peluncuran Sabtu pekan lalu mengalami kegagalan, dan roket kehilangan Satelit Jilin-1 lainnya yang disebut Gaofen-02C.

Meski begitu, setidaknya dengan peluncuran kali ini China dapat menunjukkan eksistensinya sebagai negara ketiga yang melakukan peluncuran di atas laut.

Baca juga: Gunakan Roket Falcon 9, SpaceX Luncurkan 58 Satelit Starlink 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini