Masuki Siklus Baru, Matahari Jadi Lebih "Tenang"

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 16 2278828 masuki-siklus-baru-matahari-jadi-lebih-tenang-cvZ9HNt06F.jpg Siklus matahari. (Foto: NASA/SDO/Space)

PARA ilmuwan menyatakan matahari telah memasuki sembilan bulan masa siklus cuaca baru. Mereka memperkirakan fase aktivitas baru matahari, disebut siklus matahari 25, akan mencapai puncaknya pada 2025.

Mengutip dari Space, Rabu (16/9/2020), ini umumnya akan menjadi siklus yang kurang aktif, sangat mirip dengan siklus matahari 24 yang berakhir pada Desember lalu. Cuaca matahari yang mengikuti siklus aktivitas 11 tahunan ini merupakan fenomena penting untuk diprediksi karena gerakannya memengaruhi kehidupan di sekitar bumi.

Baca juga: Peneliti Ungkap Terciptanya Lubang Hitam Raksasa di Luar Angkasa 

Doug Biesecker, fisikawan surya di NOAA’s Space Weather Prediction Center, mengatakan pelacak cuaca antariksa memperkirakan aktivitas matahari naik dan turun dalam pola yang mirip dengan 11 tahun terakhir. Bahwa siklus matahari yang sangat aktif biasanya melihat jumlah bintik matahari puncak lebih dari 200.

Biesecker mengatakan siklus 25 akan menjadi seperti siklus 24 dalam hal bintik matahari. Sikulus 24 berhasil menghasilkan badai matahari yang dahsyat selama ratusan tahun, tetapi tidak sampai ke bumi.

Para ilmuwan juga mengatakan saat ini aktivitas matahari masih cukup rendah, bumi masih bisa merasakan efek dari matahari.

Baca juga: Ditemukan Lubang Hitam dengan Berat 142 Kali Massa Matahari 

Lika Guhathakurta, ahli heliofisika di markas NASA, mengatakan selama matahari minimum, aktivitasnya tidak selesai, tetapi hanya berubah bentuk.

Dampak potensial lain dari matahari yang lebih tenang adalah pada sampah ruang angkasa yang dapat dikirim oleh siklus matahari yang lebih aktif ke atmosfer bumi untuk dibakar. Sebab siklus matahari kecil tidak akan bisa membersihkan banyak puing orbital.

Guna memantau dan memprediksi aktivitas matahari, para ilmuwan mengandalkan berbagai pengamatan.

Baca juga: Dekati Matahari, NASA Tangkap Gambar Komet Sungrazer 

Perhitungan bintik matahari adalah yang paling mudah, semakin banyak bintik matahari, semakin aktif matahari, selain itu seberapa jauh matahari di utara atau selatan tempat-tempat paling awal dalam suatu siklus mulai terbentuk juga dapat memberi para ilmuwan gambaran tentang seperti apa musim tersebut.

Hasil prediksi menujukkan saat ini bintik matahari yang bermunculan lebih dekat ke ekuator, seperti yang biasa terjadi untuk siklus matahari yang lebih tenang.

Baca juga: Lindungi Astronot, NASA Pelajari Matahari dan Cuaca Luar Angkasa 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini