Ilmuwan Temukan Kerusakan Parah 2 Gletser Utama di Antartika

Hantoro, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 16 2279231 ilmuwan-temukan-kerusakan-parah-2-gletser-utama-di-antartika-myHTJ0a5II.jpg Ilustrasi gletser di Antartika. (Foto: James Eades/Unsplash)

STUDI baru para ilmuwan mendapati adanya kerusakan parah pada dua gletser utama Antartika. Keadaan ini diketahui melalui pantauan citra satelit.

Para peneliti dari Amerika Serikat dan beberapa negara lain menerbitkan hasil studi tersebut Senin kemarin. Diungkapkan bahwa ditemukan dua gletser di Antartika paling cepat berubah, yakni Pine Island Glacier dan Thwaites Glacier.

Baca juga: Suhu Kutub Selatan Naik 1,8 Derajat Celsius dalam 30 Tahun Terakhir 

Terdapat celah-celah dan retakan terbuka pada keduanya. Ini menunjukkan tanda-tanda melemahnya struktural dua gletser tersebut.

"Area kerusakan ini terdiri dari area yang sangat berlekuk dan retakan terbuka. Ini merupakan tanda bahwa zona geser kedua rak es itu telah melemah secara struktural selama dekade terakhir," jelas para ilmuwan dalam tulisannya, sebagaimana dikutip dari Fox News, Kamis (17/9/2020).

Perubahan kondisi atmosfer dan samudera selama beberapa dekade telah menyebabkan permukaan laut naik akibat gletser mencair. Menurut penelitian tersebut, Pine Island Glacier dan Thwaites Glacier membuat sekira 5 persen kenaikan permukaan laut global.

"Kedua gletser menunjukkan perubahan yang berbeda dalam beberapa dekade terakhir yang didorong perubahan kondisi atmosfer dan samudera yang menyebabkan peningkatan pencairan lapisan es terapung yang disebabkan oleh lautan," terang para ilmuwan.

Baca juga: Peta Satelit Ungkap Es Mencair di Greenland dan Antartika 

Sementara menurut The Science Times, permukaan laut global telah naik dengan kecepatan sekira 1,4 inci per tahun.

Jika kedua gletser tersebut rusak, banyak daerah di sekitarnya juga akan hancur, menyebabkan keruntuhan yang meluas dan kenaikan permukaan laut yang signifikan. Demikian disampaikan Indrani Das, profesor riset untuk Kolaborasi Gletser Thwaites Internasional dan Observatorium Bumi Lamont-Doherty di Columbia Universitas.

Citra satelit menunjukkan evolusi kerusakan dimulai sekira 1999 untuk Pine Island Glacier, dan evolusi kerusakan untuk Gletser Thwaites dimulai sekira 2000 tetapi bergerak lebih jauh ke hulu sekira tahun 2016.

Baca juga: Ilmuwan Pelajari Lubang Lapisan Ozon di Antartika 

Zona geser gletser, atau daerah dengan deformasi parah, telah meningkat sekira 30 persen sejak 1992. Peningkatan tercepat terjadi antara 2000 dan 2010.

Para peneliti menyimpulkan bahwa gletser tidak mungkin benar-benar runtuh dalam waktu dekat karena tingkat pencairan permukaan sangat sedikit, tetapi kerusakan di zona geser membuat mereka rentan terhadap kehilangan massa yang meningkat dan mundurnya garis landasan.

Baca juga: Peneliti Ungkap Antartika Pernah Hangat Puluhan Juta Tahun Lalu 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini