Tabrakan Bintang Neutron Awal Terciptanya Emas di Bumi?

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 16 2279410 tabrakan-bintang-neutron-awal-terciptanya-emas-di-bumi-Bj5uFlnt1N.jpg Bintang neutron. (Foto: NASA/ESA/J Hester and A Loll/Arizona State University/Hubblesite: Gallery-Release-Public Domain/IFL Science)

NILAI emas tergantung berasal dari kelangkaannya. Tetapi yang membingungkan adalah dari mana sebagian besar logam berat alam semesta di bumi berasal? Sebuah studi baru terkait hal itu menetapkan fokus gagasan pada supernova.

Dikutip dari IFL Science, Kamis (17/9/2020), sampai saat ini penjelasan standar untuk emas dan unsur-unsur terdekat pada tabel periodik adalah formasi mereka dalam supernova keruntuhan inti. Namun, model teoritis meragukannya.

Baca juga: Alquran dan Sains Jelaskan Tanah Miliki Karakter Beragam 

Ketika detektor gelombang gravitasi menangkap riak dari tabrakan antara dua bintang neutron untuk pertama kalinya, para astronom bergegas mempelajari sisa-sisa cahaya dan melihat garis spektral dari banyak unsur berat, termasuk emas.

Penjelasan diperbarui dengan cepat, termasuk bentuk grafik praktis yang menunjukkan asal-usul elemen.

Namun, Dr Amanda Karakas dari Monash University meragukan kesimpulan ini. Ia telah mempelajari komposisi bintang-bintang yang sangat tua, yang seharusnya memberikan indikasi proporsi logam berat pada pembentukannya. Tabrakan bintang neutron membutuhkan waktu lama.

Menurutnya, penggabungan bintang neutron tidak menghasilkan unsur yang cukup berat di awal kehidupan alam semesta, dan masih tidak hingga sekarang yang sudah 14 miliar tahun kemudian.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Kerusakan Parah 2 Gletser Utama di Antartika 

Secara keseluruhan tabrakan yang terjadi tidak cukup untuk menjelaskan kelimpahan unsur-unsur tersebut.

Karakas mengatakan bahwa sumbernya harus sesuatu yang sangat cepat untuk membuat elemen sebelum bintang yang dipelajari terbentuk, karena mereka berasal sangat awal. Lalu masa hidup bintang masif sangat singkat sehingga bisa terbentuk dan meledak dalam waktu itu juga.

Meskipun model teoritis dari proses yang oleh Karakas sebut sebagai "supernova varietas taman" menunjukkan bahwa mereka hanya membentuk sejumlah kecil unsur yang lebih berat daripada besi, model yang sama menunjukkan bahwa supernova eksotis memiliki materi yang berbeda.

Kombinasi putaran cepat dan medan magnet yang kuat di beberapa supernova menyebabkan supernova menghasilkan lebih banyak logam berat, termasuk emas.

Baca juga: Studi Baru Temukan Potensi Kehidupan di Venus 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini