Selain Venus, 4 Tempat di Luar Angkasa Ini Berpotensi Miliki Kehidupan

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Senin 21 September 2020 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 16 2280994 selain-venus-4-tempat-di-luar-angkasa-ini-berpotensi-miliki-kehidupan-C9GCd2RP2k.jpg Ilustrasi luar angkasa. (Foto: Freepik)

MELALUI studi yang diunggah dalam jurnal Nature Astronomy, ilmuwan menemukan potensi kehidupan di Planet Venus. Hal ini didukung dari adanya gas fosfin biogenik di lapisan atmosfer Venus yang tebal.

Engadget melaporkan bahwa para ahli percaya gas itu dihasilkan oleh mikroorganisme asing yang ada di biosfer. Meski belum memberikan temuan lebih lanjut, setidaknya kini Venus menjadi planet yang berpontensi layak huni.

Baca juga: Peneliti Akan Teliti Fosfin Venus yang Munculkan Potensi Kehidupan 

Sementara Phys mengabarkan bahwa ada empat tempat lain di luar angkasa yang dianggap berpotensi memiliki kehidupan. Berikut tempat-tempat tersebut:

1. Mars

Sebagaimana diketahui, Mars menjadi planet yang paling dipercaya bersahabat untuk kehidupan di luar angkasa. Ia dikatakan menjadi planet yang paling mirip dengan Bumi di tata surya. Bahkan tahun ini tiga negara yakni China, Amerika Serikat (NASA), dan Uni Emirat Arab melakukan perjalanan untuk penelitian lebih lanjut di "Planet Merah".

Sejauh yang sudah diketahui, Mars memiliki masa waktu 24,5 jam dengan permukaan yang dibentuk oleh air. Planet ini juga diketahui memiliki danau dan metana. Zat itu dikatakan penting karena dapat dikproduksi secara biologis. Meski untuk saat ini belum diketahui asal mula sebenarnya untuk Planet Mars.

Sementara itu, kini ini Mars telah berubah menjadi lebih dingin dan diselimuti lebih banyak karbon dioksida. Namun jika sebagian cadangan air dapat dipertahankan, bukan tidak mungkin kehidupan masih ada di sana.

2. Europa

Pertama kali ditemukan oleh Galileo Galilei pada 1610, ia diketahui menjadi satu dari sekian banyak bulan untuk Planet Jupiter. Mengorbit gas raksasa sejauh 670.000 kilometer setiap 3,5 hari, dan terhimpit gravitasi antara Jupiter dan bulan lainnya yang disebut proses pelenturan pasang surut.

Proses itu pada dasarnya membuat bulan ini memiliki kemiripan seperti Bumi. Mereka diketahui aktif secara geologis yang membuatnya tetap cair sebagian. Adapun Europa yang tertutup es diyakini menyimpan lautan global sedalam lebih dari 100 km. Ilmuwan meyakini di dalamnya terdapat ventilasi hidrotermal yang menyimpan ekosistem beragam dan kaya.

Baca juga: Badan Antariksa Jepang Deteksi Fenomena Gelombang Gas Beracun di Venus

3. Enceladus

Sama seperti Europa, ia mengorbit di Planet Saturnus dan tertutup es. Selain itu, ilmuwan menemukan semburan air dari retakan di permukaan yang memberikan medan gravitasi lemah, sebagai bukti penyimpanan air bawah tanah.

Tidak hanya itu, molekul organik dan silikat berbatu –yang hanya ditemukan jika air laut dan dasar samudera berbatu bersentuhan secara fisik pada suhu setidaknya 90 derajat Celsius– juga ditemukan. Ini memberikan potensi adanya ventilasi hidrotermal untuk kehidupan dan sumber energi lokal.

4. Titan

Sama seperti Enceladus, ia merupakan bulan yang mengorbit di Saturnus, dan menjadi yang terbesar. Ia memiliki atmosfer cukup besar yang terdiri dari nitrogen. Itu merupakan unsur kimia pembentuk protein di semua bentuk kehidupan.

Selain itu, kabut oranyenya terdiri dari sistem cuaca metana pengganti air dan molekul organik kompleks. Sama seperti Europea dan Enceladus, ia diyakini memiliki cadangan air di bawah permukaan.

Pada kenyataannya ia memiliki suhu rendah yang dapat mencapai -180 derajat Celsius, namun bahan kimia melimpah memungkinkan adanya kehidupan yang berbeda secara fundamental dari organisme darat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini