SpaceX Rencanakan Uji Coba Terminal Satelit Starlink di Atas Laut

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Senin 21 September 2020 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 16 2281034 spacex-rencanakan-uji-coba-terminal-satelit-starlink-di-atas-laut-tUsvwQbS1d.jpg Terminal laut SpaceX. (Foto: SpaceX)

SPACEX diketahui sedang membangun megakonstelasi internet broadband. Beberapa minggu terakhir mereka terus mengirim sejumlah Satelit Starlink untuk memperkuat jaringan. Kini setidaknya ada 650 satelit telah diluncurkan ke lintasan orbit, dan akan terus bertambah hingga mencapai target 12.000.

Selain mengirim satelit, mereka juga tengah merencanakan pengujian yang lebih luas. SpaceX akan melakukan pengujian berbasis platform laut menggunakan armada kapal miliknya. Salah satunya Kapal I Still Love You yang digunakan untuk pendaratan Roket Falcon 9.

Baca juga: SpaceX Luncurkan 60 Satelit Internet Berkecepatan Tinggi Milik Starlink 

Maka itu pada Selasa 15 September 2020, SpaceX mengajukan perizinan kepada Komisi Komunikasi Federal untuk menambah terminal pengguna pada 10 buah kapal. Terminal pengguna merupakan perangkat kecil di tanah yang terhubung ke jaringan internet satelit perusahaan.

Melalui penambahan itu, SpaceX ingin melihat bagaimana kinerja Satelit Starlink jika dioperasikan dari laut. Termasuk kinerjanya dalam berbagai kondisi, seperti saat kapal berlabuh di pelabuhan, saat dalam perjalanan ke zona pendaratan di Samudera Atlantik, dan saat berada di lokasi zona pendaratan. Uji coba setidaknya akan memakan waktu dua tahun.

Sementara itu, sejauh ini SpaceX telah melakukan uji coba beta internal untuk ratusan satelit yang telah diluncurkan. Dilakukan musim panas tahun ini, uji coba beta telah menunjukkan hasil yang cukup baik. Mereka mengklaim kecepatan internet mampu mendukung permainan video game dan streaming film.

Baca juga: Elon Musk Ingin Kirim Manusia ke Mars pada 2024 

Di sisi lain, uji coba publik rencananya dilakukan setelah ini. Namun, SpaceX menyatakan bahwa proyek megakonstelasi miliknya telah mendapat perhatian cukup besar. CNBC melaporkan, sebanyak hampir 70.000 orang di Amerika Serikat menunjukkan ketertarikan.

Adapun rencananya, wilayah Amerika Serikat bagian utara dan Kanada bagian selatan akan menjadi yang pertama mendapat akses pada akhir tahun. Sedangkan untuk pasar global dijadwalkan akan hadir tahun depan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini