Miliki Kondisi Ekstrem, Venus Disebut Bagaikan "Planet Neraka"

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Senin 21 September 2020 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 16 2281177 miliki-kondisi-ekstrem-venus-disebut-bagaikan-planet-neraka-xCttU7MrTV.jpg Planet Venus. (Foto: Nypost)

ASTRONOM sebelumnya mendeteksi gas fosfin di dalam awan Planet Venus yang mengisyaratkan potensi kehidupan. Earth's Evil Twin bersama organisasi lainnya sudah mengumumkan bahwa mereka ingin menyelidiki planet ini lebih lanjut dalam upaya menemukan kehidupan alien atau makhluk asing, dan beberapa berencana untuk mengunjungi lebih awal.

Melansir dari IFL Science, Senin (21/9/2020), tetapi Badan Antariksa Rusia telah memberikan pesan bahwa Venus adalah "planet neraka" dan Venus itu Rusia. Direktur umum Badan Antariksa Federal Rusia Dmitry Rogozin mengatakan kepada kantor berita TASS bahwa mereka percaya Venus adalah Planet Rusia.

Baca juga: Selain Venus, 4 Tempat di Luar Angkasa Ini Berpotensi Miliki Kehidupan 

Rogozin menambahkan, negara mereka adalah yang pertama dan satu-satunya yang berhasil mendarat di Venus. Ia mengomentari program Venera Uni Soviet, Venera-7, yang mendarat di permukaan Venus pada 15 Desember 1970, menandai pertama kalinya sebuah pesawat ruang angkasa berhasil melakukan pendaratan lunak di planet lain.

Komentarnya tentang planet yang "seperti neraka" mengacu pada kondisi ekstrem Venus, planet dengan suhu permukaan 470 derajat Celsius (880 derajat Fahrenheit) dan awan asam sulfat yang begitu panas sehingga dapat melelehkan timah. Program Venera Soviet juga yang memberikan peryataan yang dirilis oleh Roscosmos tentang penemuan fosfin di atmosfer Venus.

Baca juga: Peneliti Akan Teliti Fosfin Venus yang Munculkan Potensi Kehidupan 

Roscosmos menegaskan bahwa bukti kehidupan di Venus hanya dapat diperoleh melalui studi kontak planet, seperti yang dilakukan melalui program Venera. Roscosmos juga berbicara tentang Venera-D, program yang diusulkan yang dapat mengirim pengorbit dan pendarat ke Venus dalam 11 tahun ke depan.

Sebelumnya disebutkan bahwa program tersebut akan melibatkan beberapa kolaborasi dengan NASA, tetapi pernyataan baru dari Roscosmos ini mengatakan bahwa program tersebut sekarang sedang dipertimbangkan sebagai proyek nasional tanpa melibatkan kerjasama internasional yang luas.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini