Studi Baru Ungkap Fungsi Utama Tidur Dapat Berubah Tergantung Usia

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Senin 21 September 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 16 2281246 studi-baru-ungkap-fungsi-utama-tidur-dapat-berubah-tergantung-usia-5AUxdTmr2O.jpg Ilustrasi tidur. (Foto: Kalegin Michail/Unsplash)

PARA peneliti telah mengetahui selama beberapa dekade bahwa tidur sangat penting bagi otak manusia. Tetapi sebuah studi baru mengungkapkan ternyata fungsi utamanya dapat berubah tergantung pada usia manusia tersebut.

Terungkap juga ketika tidur, otak manusia tetap sibuk. Hipotesis utamanya adalah selama berjam-jam yang dihabiskan di pelukan Morpheus, otak manusia memperbaiki dirinya sendiri dan membuang racun atau sedang belajar dan meningkat.

Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Memulai Video Konferensi 

Melansir IFL Science, Senin (21/9/2020), untuk menyelidiki lebih lanjut terkait hal itu, tim menggunakan data seperti waktu tidur, waktu tidur REM, volume materi putih, dan ukuran otak dari lebih 60 penelitian untuk menentukan hipotesis yang dominan.

Tim menemukan bahwa perubahan besar dalam fungsi tidur terjadi pada usia 2,4 tahun. Saat itu otak bayi dan balita menggunakan tidur REM untuk mengatur ulang dirinya sendiri.

Baca juga: Miliki Kondisi Ekstrem, Venus Disebut Bagaikan "Planet Neraka" 

Setelah itu, tidur non-REM menjadi dominan. Para ilmuwan percaya ketika itulah tugas utama otak selama tidur adalah membersihkan dan memperbaiki dirinya sendiri.

Van Savage, profesor ekologi dan biologi evolusioner dan kedokteran komputasi dari UCLA, mengungkapkan keterkejutannya mengenai perubahan yang berlangsung dalam waktu singkat ketika manusia masih sangat muda. Ini adalah transisi yang dianalogikan dengan saat air membeku menjadi es.

Bayi baru lahir tidur sekira 50 persen saat ini dalam fase REM. Saat mereka berusia 10 tahun, hanya seperempat dari tidur mereka yang mengalami REM dan itu terus berkurang seiring bertambahnya usia, dan orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun hanya menghabiskan 15 persen dari tidur mereka pada fase REM.

Tidur sama pentingnya dengan makan, penelitian terkini menunjukkan bahwa kurang tidur yang kronis berperan dalam gangguan kognitif, demensia, diabetes, dan obesitas.

Baca juga: Terdengar Dentuman Misterius di Jakarta, Ini Reaksi Beragam Netizen 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini