Studi Baru Sebut Es Laut Sebabkan Fenomena Little Ice Age di Eropa

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Senin 21 September 2020 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 16 2281311 studi-baru-sebut-es-laut-sebabkan-fenomena-little-ice-age-di-eropa-Cdkl8f6py3.jpg Ilustrasi es laut. (Foto: Slashgear)

SEBUAH studi baru mengungkap bahwa es laut bisa menyebabkan perubahan iklim. Es laut ternyata bukan hanya penanggap pasif terhadap perubahan iklim. Menurut penelitian tersebut, pertumbuhan es laut dapat berkontribusi pada kematian koloni Norse di Greenland selama abad ke-14 dan 15.

Dikutip dari Slashgear, Senin (21/9/2020), para peneliti mengungkapkan pemicu fenomena Little Ice Age atau Zaman Es Kecil yang mendinginkan Eropa pada tahun 1300-an hingga pertengahan 1800 muncul "tiba-tiba" dari variabilitas dalam sistem iklim.

Baca juga: Ditemukan Anjing Zaman Es Utuh Berusia 18.000 Tahun 

Little Ice Age kemungkinan besar disebabkan pertumbuhan es laut yang signifikan daripada dorongan eksternal dari letusan gunung berapi atau faktor lainnya.

Berdasarkan penelitian tersebut, perubahan iklim yang tiba-tiba dapat terjadi secara spontan tanpa adanya tekanan eksternal dalam kondisi yang tepat.

Berdasarkan rekonstruksi komprehensif es laut, menunjukkan bahwa es tersebut diangkut dari Samudera Arktik melalui Selat Fram ke Samudera Atlantik Utara selama 1400 tahun terakhir.

Baca juga: Penggembala Temukan Bangkai Beruang Purba Zaman Es dalam Kondisi Utuh 

Lalu Zaman Es Kecil bukanlah Zaman Es yang sebenarnya, tetapi pendinginan regional yang berpusat di Eropa yang dipicu aliran es laut yang sangat besar dari Samudera Arktik ke Atlantik Utara pada tahun 1300-an.

Para peneliti mencatat bahwa eksperimen sebelumnya menggunakan model iklim numerik dan tidak memiliki buksti fisik. Sedangkan studi baru menggunakan catatan geologi untuk konfirmasi hasil model.

Para peneliti menggunakan catatan dari inti sedimen laut yang dibor dari dasar laut di Samudera Arktik dan Atlantik Utara untuk mendapatkan informasi rinci tentang es laut selama 1400 tahun terakhir.

Hasilnya, inti yang dibor mengandung senyawa organisme bersel tunggal yang hidup di suhu air yang berbeda, dan puing-puing es laut terangkat kemudian terbawa jarak jauh.

Baca juga: Miliki Kondisi Ekstrem, Venus Disebut Bagaikan "Planet Neraka" 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini