Pengembang Game Fortnite Sebut Apple Lakukan Monopoli

Hantoro, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 16 2281667 pengembang-game-fornite-sebut-apple-lakukan-monopoli-RIvl9cgnG1.jpg Game Fornite. (Foto: Fornite INTEL)

EPIC Games selaku pengembang game Fortnite mengambil langkah selanjutnya dalam perseteruan dengan Apple. Pada Jumat lalu Epic Games kembali mengajukan permintaan yang mengharuskan Apple mengembalikan lagi game Fortnite di App Store.

Dalam pengajuan di Pengadilan California, Epic Games membantah sejumlah klaim yang dibuat Apple, termasuk minat sesaat gamer atas Fortnite.

Baca juga: Game Fortnite Save the World Akan Dihapus dari MacOS 

Apple menghapus Fortnite pada Agustus lalu setelah Epic Games dinilai melanggar aturan dengan menyediakan opsi pembayaran langsung. Sistem pembayaran itu disebut bakal bersaing dengan pembelian dalam aplikasi Apple.

Biasanya ketika pemain di perangkat iOS melakukan pembelian dalam App Store, Apple mendapat potongan 30 persen dari penjualan. Fungsionalitas pembayaran langsung Fortnite merusak struktur itu.

Dalam pengajuan di pengadilan pada 4 September, Epic Games menyatakan bahwa "kemungkinan besar akan mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki" jika aplikasi tidak diizinkan kembali ke App Store. Epic Games juga menyebut Apple melakukan "monopoli".

Apple baru-baru ini menanggapi hal tersebut dalam dokumen bantahan. Mereka mengklaim, "Epic menyalakan api, dan menuangkan bensin ke atasnya, dan sekarang meminta bantuan darurat kepada pengadilan ini untuk memadamkannya."

Apple juga mengutip data Google Trends yang menyatakan bahwa pencarian untuk game Fortnite turun hampir 70 persen selama tahun lalu.

Baca juga: Rayakan Free-to-Play, Fortnite Gelar Event Crossover dengan Rocket League 

Apple menyalahkan Epic Games atas kebuntuan di App Store dengan mengatakan, "Mereka menyandera pelanggannya sendiri untuk mendapatkan pengaruh dalam perselisihan bisnis."

Epic Games mengecam laporan Apple pada hari Jumat lalu. Mereka menuduh Apple mengambil data untuk menyesatkan pengadilan.

"Makalah Apple yang berisi kebenaran hanya setengah, dan kepalsuan yang dimaksudkan untuk menggambarkan Epic sebagai aktor yang buruk," kata pihak pengembang game tersebut, sebagaimana dikutip dari USA Today, Selasa (22/9/2020).

Epic Games mengklaim Apple memilih memasukkan data penyelidikan Google yang "menyesatkan" ketika jumlah pemain Fortnite harian benar-benar tumbuh 39 persen.

Sidang tentang masalah ini dijadwalkan digelar kembali pada 28 September. Epic Games ingin Fortnite dikembalikan ke App Store sebelum tanggal itu.

"Epic hanya mencari satu hal: menawarkan konsumen layanan pemrosesan pembayaran alternatif yang memungkinkan pilihan konsumen dan harga yang lebih rendah, sementara proses pengadilan ini berlangsung tanpa pembalasan," kata perusahaan game tersebut.

Baca juga: Miliki Unreal Engine, Microsoft Ingatkan Bahaya Blokir Epic Games 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini