Teknologi Plasmacluster Diklaim Mampu Kurangi Virus di Udara

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 16 2282035 teknologi-plasmacluster-diklaim-mampu-kurangi-virus-di-udara-9uvweQE9FE.jpg Ilustrasi udara. (Foto: Letizia Bordoni/Unsplash)

TEKNOLOGI Plasmacluster Sharp hadir untuk mengurangi persebaran virus di udara, terutama covid-19. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan perusahaan bersama laboratorium di Jepang dan berbagai institusi di dunia bahwa plasmacluster mampu membasmi virus di udara secara efektif sebesar 91,3 persen.

Baca juga: NASA Uji Sistem Pendaratan Otonom di Bulan 

Dijelaskan bahwa cara kerja teknologi plasmacluster dapat menghasilkan ion positif dan negatif, kemudian menyebar ke seluruh ruangan, dan membersihkan udara di dalam ruangan tersebut.

"Plasmacluster dihasilkan dari ion generator, yang didapat dari molekul air H2o dan oksigen o2, kemudian dari dua molekul tersebut terkena elektroda positif dan negatif yang menghasilkan ion (positif dan negatif) hingga dapat bertahan lebih lama di suatu ruangan. Setelah ion terbentuk, bekerja menempel pada bakteri atau virus hingga menjadi tidak aktif," kata Asistant Manager Product Strategy Group PT Sharp Electronics Indonesia Yudha Eka Putra dalam Sharp Plamacluster Webinar, Selasa (22/9/2020).

Secara keseluruhan, plasmacluster ini bekerja menonaktifkan virus, bakteri, menetralisasi bau, alergen, dan termasuk melembapkan kulit manusia yang sering terpapar AC. Teknologi plasmacluster aman bagi manusia, berdasarakan uji coba perusahaan, dan tidak menimbulkan dampak negatif.

Baca juga: Satu Akun WhatsApp untuk 4 Device Bakal Jadi Kenyataan 

Adanya persebaran covid-19, membuat mereka juga melakukan uji coba dengan memasukan virus corona ke boks yang menggunakan plasmacluster dan tidak. Hasilnya, jumlah virus yang menular tanpa menggunakan teknologi plasmacluster sebanyak 17.600, sedangkan pada boks yang memakai plasmacluster jumlah virus yang menular tersisa 1.530, sehingga teknologi tersebut efektif mengurangi virus di udara mencapai 91,3 persen.

Ke depannya, mereka masih akan melakukan uji coba dengan kondisi yang aktual setelah lingkup pengujiannya siap. Kemudian akan terus berkolaborasi dengan para pakar untuk melakukan uji coba terhadap virus-virus baru.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini