Astronom Ukur Jarak Bintang Magnetar dari Bumi, Ini Hasilnya

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Rabu 23 September 2020 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 16 2282397 astronom-ukur-jarak-bintang-magnetar-dari-bumi-ini-hasilnya-7o9UMjPNFF.jpg Jarak bintang magnetar dari Bumi. (Foto: Sophia Dognello/NRAO/AUI/NSF/IFL Science)

PARA astronom peneliti untuk pertama kalinya mengukur jarak langsung magnetar di Bima Sakti dari Bumi. Magnetar adalah bintang neutron di mana inti yang runtuh telah menjadi supernova dengan medan magnet yang sangat kuat.

Dikutip dari IFL Science, Rabu (23/9/2020), dalam pemberitahuan bulanan di Royal Astronomical Society, tim peneliti menggunakan metode paralaks untuk mengukur jarak. Tim melakukan pengukuran sejak Januari hingga November 2019, kemudian dilakukan lagi pada Maret dan April 2020.

Baca juga: NASA Temukan Planet Pertama yang Diduga Selamat dari Kematian Bintangnya 

Hal ini memungkinkan peneliti bisa mengukur posisi di langit ketika Bumi berada di tempat yang berlawanan dalam orbitnya untuk mendeteksi pergeseran penampakan magnetar, posisi relatif terhadap objek lain di latar belakang.

Berkat geometri sederhana, tim peneliti dapat memperkirakan bahwa magnetar XTE J1810-197 terletak 8.100 tahun cahaya dari Bumi.

Hao Ding, mahasiswa pascasarjana di Swinburne University of Technology Australia, mengatakan bahwa itu merupakan pengukuran pertama magnetar. Pengukuran menujukkan salah satu magnetar terdekat yang diketahui terletak sekira 8.100 tahun cahaya dan akan dijadikan target studi di masa mendatang.

Baca juga: Peneliti Amati 288.000 Lebih Bintang untuk Cari Kehidupan di Planet Lain 

Tim peneliti menggunakan Very Long Baseline Array (VLBA), jaringan teleskop radio yang membentang dalam bujur dari Kepulauan Virgin hingga Hawaii, dengan beberapa lokasi di seluruh Amerika Serikat yang berdekatan. Mereka berharap dapat menentukan jarak lebih banyak dari objek tersebut, dan bisa memberikan wawasan tentang fast radio bursts (FRB) yang masih misterius.

Beberapa bulan lalu para peneliti melaporkan FRB pertama dari dalam galaksi Bumi sendiri. FRB adalah emisi gelombang radio yang sangat pendek dan bertenaga, para peneliti percaya bahwa magnetar mungkin terlibat dalam emisi tersebut.

Baca juga: Astronom Temukan Bintang yang Merobek Piringan Pembentuk Planet 

"FRB bervariasi dalam kekuatannya, jadi kami ingin tahu apakah pulsa magnetar mendekati atau tumpang tindih dengan kekuatan FRB yang diketahui," kata Adam Deller dari Swinburne University.

XTE J1810-197 adalah magnetar langka yang diketahui memancarkan gelombang radio. Magnetar tersebut terdeteksi melakukannya sejak penemuannya pada 2003 hingga 2008, kemudian secara misterius berhenti selama satu dekade dan mulai memancarkan gelombang radio yang cerah pada Desember 2018.

Baca juga: Ilmuwan Cari Tahu Penyebab Redupnya Bintang Betelgeuse 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini