Lindungi Anak-Anak, YouTube Hadirkan Fitur Batas Usia

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Rabu 23 September 2020 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 16 2282525 lindungi-anak-anak-youtube-hadirkan-fitur-batas-usia-KIiGIeT3o0.jpg Ilustrasi YouTube. (Foto: NordWood Themes/Unsplash)

SETELAH meluncurkan fitur YouTube for Kids, kini aplikasi berbagi video tersebut kembali meluncurkan fitur baru untuk memperketat batas usia penggunanya. Ini merupakan kelanjutan dari upaya mereka menjawab kritik global atas perlindungan anak-anak. Mengingat, YouTube for Kids tidak cukup menghentikan pengguna mengakses konten secara bebas.

"Hari ini kami mengumumkan kelanjutan dari upaya ini untuk memenuhi kewajiban peraturan kami di seluruh dunia dan untuk memberikan pengalaman yang sesuai dengan usia saat orang-orang mengunjungi YouTube," tulis YouTube Team, dikutip dari blog resminya, Rabu (23/9/2020).

Baca juga: YouTube Hapus Mode Picture-In-Picture di iPhone iOS 14 

Lebih jelasnya, kini setiap pengguna yang akan mengakses konten tertentu diminta melakukan sign-in. Dengan catatan, mereka harus berusia di atas 18 tahun untuk mengakses konten tersebut. Jika sistem kecerdasan buatan menemukan ketidak cocokan, secara otomatis YouTube meminta pengguna mengakses konten lain.

Tidak hanya konten, pembatasan juga diberlakukan untuk video yang ditautkan dalam unggahan. "Ini akan membantu memastikan bahwa di mana pun video ditemukan, video itu hanya dapat dilihat oleh penonton yang sesuai," jelas YouTube Team.

Baca juga: YouTube Buat Fitur Video Pendek Bernama Shorts, Saingi TikTok? 

Melansir The Verge, pembatasan ini pada dasarnya serupa dengan pembelajaran mesin untuk menangkap konten ekstrem kekerasan yang muncul pada 2017 lalu. Pembatasan meliputi konten spam dan praktik penipuan, konten sesitif seperti pornografi, konten kekerasan dan bahaya, serta barang yang diatur undang-undang misalnya senjata api.

Fitur ini tidak hanya diatur manual oleh pengguna, rencananya ini juga akan di-screening secara otomatis melalui kecerdasan buatan YouTube. Meski begitu, jika pembuat konten merasa penilaian itu salah, bisa mengajukan banding agar konten dikaji ulang dan diberikan batasan sesuai.

Sementara YouTube menyatakan bahwa ini tidak akan memengaruhi monetisasi mitranya. Sebab pada dasarnya, konten yang dianggap "berbahaya" secara tidak langsung sudah melanggar ketentuan iklan. Sehingga, tanpa ini pun mereka sudah "memiliki iklan terbatas atau tidak ada sama sekali".

Untuk saat ini fitur pembatasan usia belum tersedia dan baru siap dalam beberapa bulan ke depan. Namun, Youtube mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan pembaruan halaman kebijakan untuk mendukung fitur baru tersebut.

Baca juga: Aplikasi YouTube di iOS Bakal Hadirkan Fitur Picture-in-Picture 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini