NASA Ungkap 7 Tahapan Misi Kembali ke Bulan pada 2024

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 16 2282990 nasa-ungkap-7-tahapan-misi-kembali-ke-bulan-pada-2024-m4sqeFUl9T.jpg Ilustrasi misi pendaratan di bulan. (Foto: NASA/Slashgear)

NASA merencanakan misi untuk kembali ke bulan pada 2024. Proyek ini akan mengirim dua awak, yakni perempuan pertama dan pria berikutnya. Misi itu merupakan kelanjutan dari misi Apollo 11 yang terkenal dalam sejarah penerbangan antariksa NASA.

Melansir Inverse, Kamis (24/9/2020), akan ada dua hal yang dilakukan Artemis selama misi tersebut. Selain membawa awak kembali ke bulan, misi ini juga akan melakukan proyek untuk dirinya sendiri.

Baca juga: NASA Ungkap Bennu adalah Asteroid yang Terbuat dari Puing Antariksa 

Nantinya Artemis membangun misi yang berkelanjutan, baik di dalam maupun luar bulan. Namun sebelum itu, NASA harus menyelesaikan tujuh tahapan dari fase 1 misi Artemis, yakni:

1. Pemasangan CAPSTONE (2021)

Salah satu rencana kontroversial milik NASA adalah membangun Lunar Gateway, sebuah stasiun luar angkasa atau pom bensi antarbintang untuk misi antariksa. CAPSTONE akan bertugas memastikan hal tersebut dapat dilakukan. Ia akan mengorbit Bulan di NHRO selama enam bulan untuk mempelajari cara kerja orbit halo yang hampir bujur sangkar atau disebut juga “titik keseimbangan yang tepat dalam gravitasi Bumi dan bulan.”

2. CLPS NASA (musim panas 2021)

CLPS merupakan layanan muatan milik NASA yang diluncurkan pada 2018. Rencananya ada dua kloter muatan yang diterbangkan; pertama pada Juni 2021 oleh Astrobotic dan kedua pada Oktober 2021 oleh Intiutive Machines. Jika itu berhasil, muatan akan “menawarkan demonstrasi teknologi yang akan menginformasikan perkembangan pendarat masa depan”.

3. Peluncuran Artemis I (November 2021)

Sebelum melakukan misi yang sebenarnya pada 2024, terlebih dahulu NASA akan mengirimkan uji coba tanpa awak melalui Artemis I. Ia akan terbang menuju bulan tanpa melakukan pendaratan. Ini dilakukan untuk menguji komponen kunci dari program Artemis meliputi “pesawat ruang angkasa Orion, Roket Space Launch System (SLS), dan sistem darat di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida".

Baca juga: NASA Uji Sistem Pendaratan Otonom di Bulan 

4. Melepaskan VIPER (2023)

VIPER atau The Volatiles Investigating Polar Exploration Rover merupakan teknologi seukuran mobil golf. Ia akan dikirim bersama dalam misi CPLS untuk meneliti kemungkinan air dari pencarian es dari wilayah kutub bulan sebagai bahan bahar roket.

5. Pembangunan gerbang bagian 1 dan 2 (2023)

Pembangunan ini akan bergantung pada keberhasilan misi CAPSTONE yang mempelajari Orbit Halo. Jika itu berhasil, maka Gateway akan dapat diluncurkan pada 2023. Ini rencananya menggunakan elemen daya dan propulsi yang dapat memberikan daya selama 15 tahun.

Rencananya Gateway dibuat oleh Maxar yang berbasis di Colorado. Ia akan memiliki konsep yang berbeda dengan International Space Station (ISS). Sebab, Gateway akan dirancang sebagai “apartemen studio kecil” untuk singgah dan menjadi tempat astronot mempersiapkan perjalanan.

6. Peluncuran Artemis II (2023)

Jika kelima tahap sebelumnya berhasil, maka NASA akan melanjutkan jadwal dengan penerbangan berawak yang merupakan generasi baru dari Apollo 8. Namun sama dengan Artemis I, ini tidak akan mendarat dan hanya mendekati bulan untuk menguji jaringan komunikasi luar angkasa.

Baca juga: NASA Sebut Lokasi Pendaratan ke Bulan pada 2024 Masih Bisa Berubah 

7. Artemis III (2024)

Terakhir, jika Artemis II berhasil dan poryek Gateway berfungsi, maka NASA akan melanjutkan jadwal dengan penerbangan yang sebenarnya. Ini akan membawa dua orang awak dan mendarat di bulan sesuai rencana. Sejalan dengan itu, untuk saat ini belum ada tanggal pasti yang dapat dibagikan NASA terkait Artemis III.

Baca juga: NASA Temukan Bintik Merah Besar di Jupiter, Apakah Itu? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini