Cari Air di Kutub Selatan Bulan, NASA Kerahkan Robot MoonRanger

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 16 2283060 cari-air-di-kutub-selatan-bulan-nasa-kerahkan-robot-moonranger-G4U2TH8K4f.jpg Robot MoonRanger yang akan bertugas mencari keberadaan air di Kutub Selatan Bulan. (Foto: Carnegie Mellon University/Phys)

NASA sedang merencanakan misi kembali ke bulan pada 2024 melalui program Artemis. Bersamaan dengan itu beberapa persiapan dilakukan, termasuk membuat teknologi baru. Salah satunya robot penjelajah kecil bernama "MoonRanger". Robot ini akan digunakan untuk mencari tanda-tanda es air di kutub selatan bulan.

"Air adalah kunci keberadaan manusia di bulan. Badan antariksa di seluruh dunia berniat menyelidikinya," jelas William "Red" Wittaker yang memimpin proyek pengembangan MoonRanger, sebagaimana dikutip dari Phys, Kamis (24/9/2020).

Baca juga: NASA Ungkap 7 Tahapan Misi Kembali ke Bulan pada 2024 

MoonRanger dikembangkan oleh Carnegie Mellon University (CMU) dan Spin-Off Astrobotic. Ini merupakan robot penjelajah seukuran koper yang dirancang untuk bekerja secara mandiri. Di dalamnya sudah ditanamkan Neutron Spectrometer System (NSS) untuk mengukur hidrogen di lapisan atas tanah bulan yang menunjukkan konsentrasi es cair.

Selain itu, MoonrRnger memiliki kecepatan 1.000 meter per hari Bumi untuk menjelajah. Kecepatan ini jauh lebih cepat dari teknologi rover yang pernah ada. Sebagai referensi, robot milik China yang sekarang sedang menjelajah Bulan hanya memiliki kecepatan kurang dari 1 meter per hari Bumi.

Kecepatan ini dibutuhkan karena MoonRanger tidak dilengkapi dengan pemanas isotop. Tanpa itu, baterai dan elektoniknya akan padam pada malam hari. Sehingga, robot penjelajah ini harus menyelesaikan misinya selama kurang dari 14 hari waktu Bumi yang disinari matahari di bulan lunar.

Baca juga: NASA Uji Sistem Pendaratan Otonom di Bulan 

Perihal kemandiriannya, MoonRanger juga tidak dapat berkomunikasi langsung dengan Bumi. Ia tidak membawa radio besar, dan komunikasi harus dilakukan di pendaratan. Dari situ ia akan melakukan komunikasi nirkabel kepada radio pendarat, dan radio itulah yang akan menyampaikan temuannya ke Bumi.

"MoonRanger akan berdiri sendiri untuk jangka waktu yang lama," kata David Wettergreen, profesor riset robotika dan co-investigator untuk proyek rover.

Ia menyatakan bahwa MoonRanger akan kehilangan kontak dengan pengontrol di Bumi selama melakukan penjelajahannya di bulan.

Guna melakukan pengembangan, proyek ini melibatkan setidaknya 12 anggota fakultas dan staf, beserta setidaknya 90 siswa. Ini juga termasuk alumni CMU yang memiliki keahlian robotika luar angkasa.

Baca juga: NASA Sebut Lokasi Pendaratan ke Bulan pada 2024 Masih Bisa Berubah 

Selain itu terdapat lebih dari 60 orang, termasuk veteran dari misi Apollo dan juga proyek penjelajahan Mars, yang turut serta untuk menilai kelayakan MoonRanger pada bulan lalu selama 2 hari.

Untuk saat ini MoonRanger dijadwalkan terbang ke bulan bersama CPLS atau layanan muatan NASA. Misi pencarian tanda-tanda air rencananya dimulai pada 2022, atau dua tahun sebelum misi Artemis resmi meluncur.

Baca juga: Elon Musk Ingin Kirim Manusia ke Mars pada 2024 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini