Pemain Game EVE Online Bantu Ilmuwan Teliti Covid-19

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 16 2283092 pemain-game-eve-online-bantu-ilmuwan-teliti-covid-19-6v1B09ZiJb.png Project Discovery dari Game EVE Online untuk meneliti covid-19. (Foto: CCP Games)

CCP Games bekerja sama dengan Massively Multiplayer Online Science (MMOS) kembali menggelar proyek ilmiah berbasis game EVE Online. Proyek yang diberi nama "Flow Cytometry" ini bertujuan melakukan penelitian tentang virus corona (covid-19). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Project Discovery yang melibatkan para gamer.

CCP mengklaim telah mendapat 41,4 juta data dari para pemain game Eve Online di seluruh dunia. Seluruhnya untuk memetakan efek covid-19, dan 466 ribu di antaranya telah diverifikasi.

"Lebih dari 40 juta kiriman yang dibuat oleh para pemain kami. Saya diingatkan sekali lagi tentang komunitas luar biasa yang menjadi inti dari EVE Online, dan bukti bahwa kami sekali lagi dapat mencapai hal yang mustahil dibandingkan yang tidak dapat diatasi," ucap Bergur Finnabogson, direktur Kreatif EVE Online, dikutip dari laman resmi CCP Games, Kamis (24/9/2020).

Baca juga: Lanjutan Game Among Us Resmi Dibatalkan, Ini Alasannya 

Melansir Screenrant, proyek ini sebenarnya yang pertama dari kerja sama CCP dan MMOS. Keduanya sudah membuat Project Discovery sejak 2016 dan melahirkan "Human Protein Atlas" serta "Exoplanets". Ini dapat ditemukan sebagai minigames dalam permainan dan Flow Cytometry sendiri baru tersedia Juni lalu.

Dalam game, tugas pemain kali ini adalah mengindentifikasi struktur sel dengan cara menandai populasi sel pada grafik. Hasil dari game itulah yang diserahkan kepada CCP, dan sebagai gantinya pemain akan mendapatkan mata uang ISK dalam game. Meski begitu, ini tidak dapat dilakukan dengan asal, karena hadiah diberikan jika identifikasi dilakukan sesuai akurasi yang memadai.

Secara keseluruhan, ini serupa dengan proyek pertama Project Discovery yakni Human Protein Atlas. Proyek itu dibuat untuk membantu pembuatan atlas protein manusia dengan memberikan visualisasi. Ini termasuk sampel darah dan alat pelacakan yang dihadirkan dalam game. Dengan alat, pemain diminta menyoroti klaster sel yang mereka lihat.

Sementara untuk mengolah data CCP didukung oleh ilmuwan dari Universitas McGill, BC Cancer, dan dokter garis depan covid-19 seperti Dr Andrea Cossarizza (dosen imunologi di Universitas Modena dan Reggio Emilia School of Medicine di Italia). Mereka menyambut baik hal ini dan merasa proyek game telah membantu kebutuhan sains.

Baca juga: Game Klasik Solitaire Kembali Dirilis dengan Konsep Mata-Mata 

"Proyek ini menjawab semua harapan saya dengan para pemain terus menunjukkan keterlibatan dan minat yang besar dalam pekerjaan yang kami lakukan, serta menyediakan data berkualitas tinggi dalam jumlah besar untuk penelitian kami," ucap Dr Ryan Brinkman, dosen di bidang genetika medis Universitas British Columbia sekaligus ilmuwan terkemuka di BC Cancer.

"Upaya mereka tidak hanya akan berkontribusi pada pemahaman tentang covid-19, tetapi data yang mereka hasilkan juga akan dibagikan secara bebas dan luas kepada seluruh komunitas ilmiah. Ada minat yang sangat tinggi untuk menggunakan kembali hasilnya untuk pembuatan algoritma pembelajaran mesin. Tidak ada sumber daya lain di luar sana untuk ini yang mendekati apa yang sekarang sedang dibuat," terangnya.

Dengan melihat antusiasme dan jumlah data yang luar biasa itu, kini para ilmuwan kembali mengajak gamers untuk turut serta dalam tahap lanjutan. Ini akan berkaitan dengan data yang lebih kompleks dan dapat dilakukan jika pemain telah menaikkan level mereka dalam game.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini