Studi Ungkap Mesin Pengering Tangan Bisa Menyebarkan Bakteri

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 16 2283595 studi-ungkap-mesin-pengering-tangan-bisa-menyebarkan-bakteri-WMkzzRivD5.jpg (Foto: Nextshark)

SAAT pergi ke toilet, seseorang akan dengan mudah menemukan alat pengering tangan yang biasanya diletakkan di dinding dekat wastafel. Alat ini berfungsi untuk membantu Anda mengeringkan tangan yang sudah dicuci. Tapi fakta terbaru mengatakan bahwa alat pengering tangan berbahaya bisa digunakan.

Melansir dari Next Shark, Jumat (25/9/2020), studi yang dilakukan oleh University of Westminster dan diterbitkan dalam Journal of Applied Microbiology, menemukan bahwa alat pengering tangan menyebarkan bakteri 60 kali lebih banyak daripada pengering udara panas standar.

Selain itu pengering tangan ini juga menghasilkan bakteri 1.300 kali lebih banyak ketimbang menggunakan handuk kertas. Para peneliti melakukan penelitian dengan mencelupkan tangan mereka ke dalam air yang mengandung virus yang tidak berbahaya sebelum mengeringkannya dengan mesin pengering standar dan handuk kertas.

Mereka kemudian menganalisis virus di kamar mandi setelah masing-masing metode mengeringkan tangan. Mesin pengering tangan mengeringkan dengan cara meledakkannya dengan udara pada kecepatan 430 mph. Cara ini menyebarkan virus hingga tiga meter ke seluruh kamar mandi. Sementara handuk kertas berisi virus dalam jarak 25 cm.

Pada 2014, studi pengering tangan oleh Profesor Mark Wilcox dari University of Leeds dan didanai oleh European Tissue Symposium menemukan bahwa konsentrasi bakteri 27 kali lebih tinggi di sekitar pengering udara jet dibandingkan dengan dispenser tisu.

“Lain kali Anda mengeringkan tangan di toilet umum menggunakan pengering tangan listrik, tanpa disadari Anda mungkin menyebarkan bakteri. Anda mungkin juga terkena serangga dari tangan orang lain. Temuan ini penting untuk memahami cara penyebaran bakteri, yang berpotensi menularkan penyakit,” ujarnya.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini