Studi: Beri Makan Kucing Cukup Sekali Sehari

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 16 2283668 studi-beri-makan-kucing-cukup-sekali-sehari-DGZ71433mt.jpg (Foto: Thespruce)

Jika Anda beranggapan bahwa memberikan makan kucing lebih dari sekali itu baik, maka ubahlah kepercayaan tersebut. Sebab, peneliti menemukan fakta bahwa memberi makan sekali sehari lebih membuat kucing Anda sehat.

Dalam penelitian yang dilakukan di spesialis nutrisi hewan di University of Guelph, Ontario, Kanada, menemukan fakta bahwa kucing yang diberi makan satu kali per hari dan langsung banyak dinilai mungkin lebih mengenyangkan. Bahkan, peneliti melihat juga perilaku meminta makannya lebih sedikit daripada kucing yang dikasih makan sedikit-sedikit tapi sering.

Jadi, menurut hasil studi yang sudah dipublikasi di jurnal PLOS One Friday itu, kucing yang makan sehari sekali memiliki tingkat hormon yang lebih tinggi dibandingkan kucing yang makan tiga kali sehari.

"Kucing-kucing yang dikasih makan sehari sekali pun membakar simpanan lemak mereka dan lebih banyak protein yang tersedia di tubuhnya untuk membangun otot," kata Adronie Verbrugghe, seorang profesor dan dokter hewan dari Universitas Guelph's Ontario Veterinary Collage, dilansir New York Post.

Studi ini mengamati hanya delapan kucing dalam ruangan. Mereka diberi makan sehari sekali dan kemudian dibandingkan dengan situasi diberi makan empat kali sehari. Durasi penelitian dilakukan selama 21 hari.

 Peneliti menemukan fakta bahwa memberi makan sekali sehari lebih membuat kucing Anda sehat.

Baca juga: Tujuh Hewan Langka Ini Hanya Ada di Indonesia

Meski dalam sampel yang kecil, penelitian ini dapat mengubah praktik terbaik dalam perawatan kucing, karena dilihat dari pengujiannya yang melihat aktivitas kucing, pengeluaran energi, dan hormon penekan nafsu makan mereka.

"Temuan ini mungkin mengejutkan pencinta kucing bahkan dokter hewan sekalipun karena ternyata memberi makan kucing yang menyehatkan itu cukup sekali dalam sehari," kata Verbrugghe.

Sementara itu, penelitian sebelumnya ternyata hanya melihat efek frekuensi makan pada perilaku kucing, tapi tidak memantau kesehatan kucing ke tingkat yang sama, menurut Kate Shoveller, seorang profesor di departemen biosains hewan.

Shoveller pun rupanya membandingkan temuan ini dengan penelitian pada manusia yang menunjukkan bahwa hasil kesehatan yang jauh lebih positif pada mereka yang puasa intermiten dan terjadi peningkatan rasa kenyang jika makan sekali sehari saja.

"Secara fisiologis, masuk akal jika memberi makan hanya sekali sehari akan memberi manfaat," tegas Shoveller.

Verbrugghe menyatakan akan melakukan penelitian yang lebih besar lagi untuk menemukan fakta baru bahwa pendekatan ini mungkin berguna untuk meningkatkan rasa kenyang pada beberapa kucing, tapi belum tentu bermanfaat untuk hewan lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini