Alquran dan Sains Jelaskan Alam Semesta Makin Luas

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 16 2284011 alquran-dan-sains-jelaskan-alam-semesta-makin-luas-evvZv03DNA.jpg Ilustrasi alam semesta. (Foto: Boris Baldinger/Unsplash)

ALAM semesta atau disebut juga jagat raya atau universum merupakan seluruh ruang dan waktu tempat manusia berada. Terdapat banyak energi dan materi yang dimiliki alam semesta. Usaha untuk memahami pengertian alam semesta dalam lingkup ini di skala terbesar yang memungkinkan ada pada kosmologi, ilmu pengetahuan yang berkembang dari fisika dan astronomi.

Lalu disebutkan bahwa alam semesta ini terus berkembang atau makin luas. Hal tersebut mencuat setelah pada tahun 1925 seorang astronom Amerika Serikat bernama Edwin Hubble mengungkapkan bukti hasil pengamatannya bahwa semua galaksi akan saling menjauh mundur antara satu dengan lainnya.

Baca juga: Peneliti Temukan Fakta Spinosaurus adalah "Monster Sungai" 

Sementara dalam buku 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dan kawan-kawan dijelaskan bahwa perkembangan alam semesta merupakan fakta ilmiah.

Seperti juga telah diungkap Harun Yahya bahwa Edwin Hubble telah membuat penemuan paling penting dalam sejarah astronomi, yaitu saat mengamati antariksa menggunakan teleskop raksasanya.

Dia menemukan fakta bahwa cahaya sejumlah bintang bergeser ke arah ujung merah spektrum, dan pergeseran itu sangat berkaitan dengan jarak antara bintang-bintang tersebut dengan Bumi.

Penemuan ini mematahkan teori yang sebelumnya telah ada tentang ukuran tata surya yang statis. Harun Yahya juga mengungkapkan bahwa dalam aturan fisika, spektrum berkas cahaya yang mendekati titik observasi, warnanya cenderung ke arah ungu.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Kerusakan Parah 2 Gletser Utama di Antartika 

Sedangkan spektrum berkas cahaya yang menjauhi titik observasi cenderung merah. Menurut penelitian Edwin Hubble, spektrum berkas cahaya cenderung ke arah merah, yang berarti benda-benda luar angkasa menjauh dari Bumi.

Bahkan dalam penemuannya itu, Edwin Hubble juga mengungkapkan bahwa benda-benda luar angkasa tidak hanya menjauh dari Bumi, melainkan juga saling menjauhi antara benda yang satu dengan yang lainnya.

Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa sesuatu yang saling menjauh berarti menegaskan alam semesta ini mengembang. Pada 1922, seorang ahli Fisika Rusia Alexandra Friedman juga memaparkan penemuannya bahwa struktur alam semesta ini tidaklah statis, dan bahwa impuls kecil pun bisa memengaruhi berkembang atau mengerutnya struktur keseluruhan alam semesta menurut teori Relativitas Einstein.

Baca juga: Google Doodle Tampilkan Seniman Betawi Benyamin Sueb 

Seorang astronom Belgia, Lemaitre, mengungkapkan bahwa alam semesta ini memiliki awal permulaan dan bisa mengembang sebagai akibat dari suatu hal yang memicunya. Dalam kitab suci Alquran, fenomena ini disebutkan dalam salah satu ayat.

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa (meluaskan)." (Quran Surah Az-Zariyat Ayat 47).

Baca juga: Peneliti Gunakan Teknologi AI untuk Baca Pikiran Seseorang 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini