Spinosaurus si "Monster Sungai" Diyakini Hidup 100 Juta Tahun Lalu

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Minggu 27 September 2020 00:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 16 2284211 spinosaurus-si-monster-sungai-diyakini-hidup-100-juta-tahun-lalu-n5J28ZSu8k.jpg Fosil Spinosaurus. (Foto: Wikipedia)

SEKELOMPOK peneliti dari University of Portsmouth, Inggris, mengungkap temuan baru dari Spinosaurus Aegyptiacus atau musuh T-rex dari film Jurassic Park III. Dalam studi yang dipublikasikan melalui jurnal Creataceous Research, temuan ini mengungkap bahwa Spinosaurus merupakan "monster sungai" yang sebenarnya.

Mengutip dari National Geographic, Minggu (27/9/2020), untuk menemukan hasil ini para ahli melakukan penggalian di dua situs berbeda di dekat Desa Tarda di Maroko Tenggara. Wilayah tersebut memuat batuan yang tergolong dalam Formasi Kem Kem, atau sistem sungai kuno (prasejarah), yang mengalir melintasi Gurun Sahara pada 95 hingga 100 juta tahun lalu.

Baca juga: Peneliti Temukan Fakta Spinosaurus adalah "Monster Sungai" 

Formasi Kem Kem pada umumnya tidak memuat kerangka utuh akibat permukaannya yang bergelombang. Oleh karena itu, para peneliti justru menemukan sejumlah gigi dari penggalian yang dilakukan akhir tahun lalu.

Dilaporkan BBC, setidaknya ada 1.200 gigi yang ditemukan. Melalui penemuan itu para ahli yakin Spinosaurus menghabiskan sebagian besar waktunya di air.

"Hewan yang sebagian besar hidupnya di air lebih mungkin menyumbangkan gigi ke endapan sungai daripada dinosaurus yang mungkin hanya mengunjungi sungai untuk minum dan mencari makan di sepanjang tepiannya," ucap Profesor David Martill dari Universitas Portsmouth sekaligus penulis penelitian ini.

Baca juga: Fosil Dinosaurus Herbivora Berusia 125 Juta Tahun Ditemukan di China 

Sebenarnya selama beberapa dekade Spinosaurus telah dipercaya sebagai predator therapoda air. Hal ini diungkap dari beberapa temuan yang berhubungan dengan Spinosaurids atau kerabat dekat Spinosarus. Spesies itu terkenal memiliki moncong mirip buaya dan diyakini memiliki kemampuan yang sama.

Pada akhirnya kemiripan dengan Spinosaurids tidak membuat para ahli merasa puas. Menurut mereka, Spinosaurus merupakan spesies yang misterius dan memiliki kelas tersendiri. Ini membuat peneliti pada akhirnya memperdebatkan kehidupan Spinosaurus antara hidup sebagai therapoda akuatik atau semiakuatik.

Namun pada 2014, studi mengenai kerangka Spinosaurus juga mengungkap bahwa kaki belakangnya memiliki ukuran lebih pendek dari kaki depan. Selain itu pada April lalu, para ahli berhasil mengidentifikasi ekor mirip dayung yang diyakini milik Spinosaurus. Kini temuan gigi ini juga pada akhir memperkuat hipotesis bahwa dia memang hidup di air.

"Sains terus mengoreksi dirinya sendiri secara otomatis. Tapi itu juga bagus untuk mendapat kabar baik bahwa kita benar," ucap Matteo Fabbri, salah satu penulis studi kerangka 2014 dan 2020 yang tidak terlibat dalam peneliatian baru ini.

Baca juga: Ahli Paleontologi Berhasil Ciptakan Peta Interaktif Ratusan Juta Tahun Lalu 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini