Tingkat Radiasi di Bulan Ternyata 200 Kali Lebih Tinggi dari Bumi

Hantoro, Jurnalis · Minggu 27 September 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 16 2284389 tingkat-radiasi-di-bulan-ternyata-200-kali-lebih-tinggi-dari-bumi-CEaA6I9umF.jpg Ilustrasi astronaut mendarat di bulan. (Foto: NASA/IFL Science)

EKSPLORASI ruang angkasa memiliki banyak risiko, salah satunya paparan radiasi. Di luar gelembung pelindung yang merupakan medan magnet Bumi, partikel dari Matahari dan seluruh galaksi merupakan bahaya serius bagi kesehatan astronaut yang menjelajah ke sana.

Sebagaimana dilaporkan Science Advances, para peneliti baru saja menghitung tingkat radiasi yang dirasakan oleh astronaut di Bulan, dan jumlahnya sangat besar. Tim memperkirakan tingkat radiasi yang setara yang dialami astronaut setiap harinya adalah sekira 1,3 miliSievert (unit yang mengukur dosis radiasi yang diterima dari sumber radioaktif). Itu 2,6 kali lebih tinggi dari pengalaman astronaut dan kosmonaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Baca juga: 2024, NASA Siapkan Misi Pendaratan Perempuan Pertama di Bulan 

"Tingkat radiasi yang kami ukur di Bulan sekira 200 kali lebih tinggi daripada di permukaan Bumi dan 5 hingga 10 kali lebih tinggi daripada dalam penerbangan dari New York ke Frankfurt," kata Robert Wimmer-Schweingruber, penulis studi baru ini, dalam sebuah pernyataannya, seperti dinukil dari IFL Sceince, Minggu (27/9/2020).

"Karena astronaut akan terpapar pada tingkat radiasi ini lebih lama daripada penumpang atau pilot pada penerbangan transatlantik, ini adalah paparan yang cukup besar," tambahnya.

Tingkat radiasi dalam sehari ini sulit dibayangkan, lebih tinggi dari apa yang diperkirakan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup rata-rata orang Amerika akan terpapar dalam satu tahun (1 milliSievert). Mereka yang secara khusus bekerja dengan radiasi hanya diperbolehkan terpapar maksimum 50 milliSievert dalam satu tahun. Seorang astronaut di Bulan akan melewati ambang itu dalam 38 hari dan 12 jam.

Baca juga: Studi Baru Sebut Bebatuan Bulan Terbentuk Setelah Terjadi Tabrakan Besar 

Pengukuran informatif berasal dari eksperimen Lunar Lander Neutron dan Dosimetri di atas pendaratan Chang'e 4 China yang ditempatkan di sisi jauh Bulan. Eksperimen ini bukanlah pengukuran radiasi pertama di Bulan, tetapi yang pertama mencapai tingkat presisi ini.

Ini jelas menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan astronaut. Radiasi luar angkasa adalah masalah yang terus-menerus diselidiki, terutama dalam hal perencanaan misi jangka panjang di luar angkasa seperti kembali ke Bulan atau perjalanan yang lebih jauh ke Mars.

Secara keseluruhan, mengunjungi Bulan seharusnya tidak terlalu berisiko, tetapi benar-benar hidup secara permanen di sana sebenarnya dapat memperpendek umur. Namun, tim menekankan bahwa pengukuran dikumpulkan selama periode minimum matahari, jadi pengukuran ini harus dianggap sebagai batas atas sinar kosmik galaksi.

Baca juga: Cari Air di Kutub Selatan Bulan, NASA Kerahkan Robot MoonRanger 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini