Perintah Trump Larang Aplikasi TikTok Ditunda hingga November

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 29 September 2020 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 16 2285396 perintah-trump-larang-aplikasi-tiktok-ditunda-hingga-november-b47VGuF0nn.jpg (Foto: Livemint)

JAKARTA - Hakim telah menangguhkan perintah administrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan melarang TikTok diunduh dari toko aplikasi di AS.

Dikutip Cnbc, pada penghujung hari Minggu, pemerintah AS dapat memaksa toko aplikasi yang dijalankan oleh Apple dan Google untuk menghapus TikTok. Namun setelah sidang pada Minggu, Hakim Carl Nichols dari Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Columbia, memberikan perintah yang menentang perintah itu.

Dengan penangguhan itu, maka TikTok masih bisa digunakan hingga 12 November di AS.

"Kami senang pengadilan menyetujui argumen hukum kami dan mengeluarkan perintah yang mencegah penerapan larangan aplikasi TikTok. Kami akan terus mempertahankan hak kami untuk kepentingan komunitas dan karyawan kami," kata TikTok.

Perusahaan melanjutkan, "Pada saat yang sama, kami juga akan mempertahankan dialog kami yang sedang berlangsung dengan pemerintah untuk mengubah proposal kami, yang Presiden berikan persetujuan awalnya untuk akhir pekan lalu, menjadi kesepakatan".

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS mengatakan akan terus mempertahankan perintah eksekutif yang "konsisten dengan hukum dan mempromosikan kepentingan keamanan nasional yang sah".

 Hakim telah menangguhkan perintah administrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Baca juga: Proses Penciptaan Manusia Dijelaskan dalam Alquran

Awal bulan ini, Departemen Perdagangan mengatakan TikTok harus dihapus dari toko aplikasi AS pada 20 September. Perintah itu ditunda selama seminggu, hingga 27 September, karena pembicaraan kesepakatan mengenai masa depan TikTok di AS berlanjut.

TikTok mengajukan permintaan perintah, yang dikabulkan oleh Hakim Nichols pada hari Minggu.

Oracle dan Walmart akan mengambil 20% saham di perusahaan baru yang berbasis di AS bernama TikTok Global. ByteDance, perusahaan induk TikTok di China, mengatakan akan memiliki 80%, tetapi Oracle membantahnya, mengatakan ByteDance tidak akan memiliki "kepemilikan" TikTok Global.

Washington menyatakan bahwa TikTok, di bawah kepemilikan ByteDance, mewakili ancaman keamanan nasional karena data pengguna Amerika dapat dikirim kembali ke China. Ini adalah klaim yang berulang kali dibantah TikTok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini