NASA dan SpaceX Bekerja Sama Meneliti Batas Tata Surya

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Selasa 29 September 2020 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 16 2285605 nasa-dan-spacex-bekerja-sama-meneliti-batas-tata-surya-4Ghab3F0C1.jpg Ilustrasi tata surya. (Foto: Shutterstock)

NASA mengumumkan menjalin kemitraan dengan SpaceX untuk misi Interstellar Mapping and Acceleration Probe (IMAP). Misi tersebut pertama kali dipilih pada 2018 dan akan fokus untuk memahami pembatas heliosfer atau penghalang magnetis yang membatasi tata surya.

NASA menjelaskan heliosfer merupakan wilayah konstan dari partikel matahari atau yang disebut angin matahari dengan angin dari bintang lain. Kedua angin tersebut bertabrakan dan membatasi sejumlah radiasi kosmik berbahaya untuk menembus heliosfer. Hal itulah yang akan diteliti NASA untuk mengumpulkan dan memetakan partikel netral yang dapat menembus pembatas.

Baca juga: Studi Baru Ungkap Astronaut Berisiko Terpapar Radiasi Tinggi di Bulan 

"Batas ini adalah tempat matahari kita melakukan banyak hal untuk melindungi kita. IMAP sangat penting untuk memperluas pemahaman kita tentang bagaimana 'filter kosmik' ini bekerja. Implikasi dari penelitian ini dapat menjangkau jauh melampaui pertimbangan dampak Bumi karena kami ingin mengirim manusia ke luar angkasa," ucap Dennis Andrucyk, wakil administrator untuk Direktorat Misi Sains NASA, sebagaimana dikutip dari Inverse, Selasa (29/9/2020).

Bersama dengan misi IMAP, roket juga akan membawa beberapa misi lainnya. Ini mencakup misi NASA Lunar Trailblazer untuk memetakan air dan geologi di permukaan Bulan.

Ada pula misi Follow On-Lagrange 1 untuk mengumpulkan data angin matahari yang akan digunakan untuk memprediksi peristiwa cuaca luar angkasa. Tidak ketinggalan, NASA juga membawa dua misi lanjutan heliofisika.

Baca juga: Akibat Pandemi, Misi ke Bulan Saturnus Diundur hingga 2027 

Misi ini akan dipimpin Universitas Princeton di New Jersey yang bekerja sama dengan Johns Hopkins Applied Physics Laboratory di Laurel, Maryland.

Rencananya misi tersebut diluncurkan menggunakan Roket Falcon 9 Full Thrust dari Launch Complex 40 di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida pada Oktober 2024.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini