Astronom Temukan Populasi Baru Bintang di Galaksi Bima Sakti

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Selasa 29 September 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 16 2285744 astronom-temukan-populasi-baru-bintang-di-galaksi-bima-sakti-Pg9S4VYiTq.jpg Populasi baru bintang di Galaksi Bima Sakti. (Foto: NASA/JPL-Caltech/S.Solovy/IFL Science)

PUSAT Galaksi Bima Sakti adalah rumah dari lubang hitam supermasif (Sagitarius A). Wilayah ini juga menjadi konsentrasi bintang besar yang dikenal sebagai Gugus Bintang Nuklir.

Ada sekira 20 juta bintang di sana. Tetapi, penelitian baru dari para astronom melaporkan ditemukan populasi baru bintang di dekat inti Galaksi Bima Sakti tersebut.

Baca juga: Uap Air dan Garam Ditemukan di Sekitar Dua Bintang Besar 

Dikutip dari IFL Science, Selasa (29/9/2020), secara khusus populasi itu memiliki komposisi kimia yang berbeda dibandingkan bintang lain. Bintang-bintang tersebut mempunyai unsur yang lebih berat dari helium dan hidrogen.

Mereka bergerak lebih cepat dibanding bintang lain. Lalu gerakan orbitnya tampak miring sehubungan dengan piringan Bintang Bima Sakti.

Petunjuk mengarahkan para astronom mengajukan hipotesis bahwa bintang-bintang terbentuk bersama-sama jauh dari inti Bima Sakti. Namun yang masih menjadi misteri, di mana mereka terbentuk, dan kapan bergabung dengan bintang-bintang sebelumnya.

Baca juga: Astronom Ukur Jarak Bintang Magnetar dari Bumi, Ini Hasilnya 

Tim menjalankan simulasi komputer yang canggih. Mereka menemukan bintang-bintang tersebut kemungkinan besar berada di Gugus Bintang Nuklir dalam 5 miliar tahun terakhir. Untuk tempat kelahiran mereka, tim menyelidiki dua lokasi yang paling memungkinkan.

Bintang-bintang mungkin pernah menjadi inti dari galaksi kerdil yang mengorbit di Bima Sakti atau salah satu dari banyak gugus bintang bola yang ada di sekitar galaksi Bumi. Skenario yang paling mungkin melihat gugus bola terbentuk antara 10.000 hingga 16.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti.

Baca juga: NASA Temukan Planet Pertama yang Diduga Selamat dari Kematian Bintangnya 

"Hasil kami menunjukkan bahwa infall dari gugus bintang yang agak berdekatan dari Bima Sakti itu sendiri lebih mungkin terjadi," kata penulis Dr Nadie Neumayer dari Institut Astronomi Max Planck dalam pernyataannya.

Astronom ESO Dr Manuel Arca Sedda menambahkan, itu merupakan tanda tambahan bahwa gugus bintang nulkir pusat di galaksi setidaknya sebagian merupakan akibat dari dampak gugus yang lebih kecil.

Baca juga: Peneliti Amati 288.000 Lebih Bintang untuk Cari Kehidupan di Planet Lain 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini