Setelah Ditunda, Pesawat Luar Angkasa Cygnus Diluncurkan Hari Ini

Hantoro, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 09:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 16 2286549 setelah-ditunda-pesawat-luar-angkasa-cygnus-diluncurkan-hari-ini-l2PfRrrjdo.jpg Pesawat luar angkasa Cygnus. (Foto: Twitter @NASA_Wallops)

PELUNCURAN pesawat luar angkasa Cygnus NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada pekan ini mungkin terlihat di sebagian besar Pantai Timur Amerika Serikat, namun tergantung kondisi cuaca.

Mengutip dari Fox News, Kamis (1/10/2020), Pesawat Antariksa Northrop Grumman Cygnus tidak berawak akan diluncurkan pada hari Kamis ini dari Fasilitas Penerbangan Wallops NASA di Virginia dengan salah satu Roket Antares milik NASA.

Baca juga: Besok NASA Luncurkan Kargo ke ISS, Termasuk Toilet Canggih 

Peluncuran ini diundur dari Selasa kemarin akibat cuaca yang tidak mendukung, dan akan berlangsung paling cepat pukul 21.38 EDT.

Pihak NASA mengungkapkan, jika kondisi cuaca memungkinkan, roket akan terlihat di Washington DC, 90 detik setelah peluncuran; dan di New York, 150 detik setelah lepas landas.

Dijelaskan pula bahwa pesawat ruang angkasa itu akan memuat hampir 8.000 pon penelitian, persediaan kru, dan perangkat keras. Space.com melaporkan bahwa toilet luar angkasa canggih terbaru termasuk di antara barang-barang yang diangkut ke stasiun luar angkasa.

Pesawat ruang angkasa Cygnus, bernama SS Kalpana Chawla, diambil dari nama astronot NASA yang meninggal dalam bencana Kolombia, dijadwalkan tiba di lab luar angkasa yang mengorbit pada 4 Oktober.

Baca juga: 3 Astronaut NASA Akan Ikut Pemilu dari Luar Angkasa 

"Ekspedisi 63 Komandan Chris Cassidy dari NASA akan menangkap Cygnus dan Insinyur Penerbangan Ivan Vagner of Roscosmos akan bertindak sebagai cadangan," jelas pihak NASA dalam pernyataannya.

"Setelah penangkapan Cygnus, kontrol misi di Houston akan mengirim perintah darat agar lengan robot stasiun itu berputar dan memasangnya di bagian bawah modul stasiun Unity."

Cygnus akan meninggalkan stasiun luar angkasa pada pertengahan Desember. "Setelah keberangkatan, eksperimen Saffire-V akan dilakukan sebelum Cygnus deorbit dan membuang beberapa ton sampah selama masuk kembali ke atmosfer Bumi sekira dua minggu kemudian," lanjut pihak NASA.

Eksperimen Keamanan Kebakaran Pesawat Luar Angkasa (Saffire) dirancang untuk menyelidiki pertumbuhan nyala api utama dan batas kemudahbakaran material di ruang angkasa.

"Percobaan dinyalakan di pesawat kargo Cygnus setelah menyelesaikan misi utama pasokan Stasiun Luar Angkasa Internasional, meninggalkan stasiun, dan sebelum rencana masuk kembali yang merusak ke Bumi," jelas badan antariksa itu di situs resminya.

Baca juga: NASA dan SpaceX Bekerja Sama Meneliti Batas Tata Surya 

Luar angkasa. (Foto: NASA/Unsplash)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini