Kutu Pengisap Darah Hewan Ternak Ditemukan di Amerika

Hantoro, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 16 2286600 kutu-pengisap-darah-hewan-ternak-ditemukan-di-amerika-y8ZbBB9pZc.jpg Kutu Asian Longhorned. (Foto: CDC/Fox News)

DUA spesies kutu eksotis ditemukan untuk pertama kalinya di Negara Bagian Rhode Island, Amerika Serikat. Demikian dilaporkan pejabat setempat pada Senin kemarin.

Pihak Departemen Manajemen Lingkungan Rhode Island mengatakan kutu Asia dan Eurasia ini ditemukan di Block Island sebagai bagian dari studi kutu selama satu dekade di pulau tersebut.

"Itu dikonfirmasi melalui DNA dan karakteristik morfologi bahwa mereka adalah kutu yang sebelumnya tidak ditemukan di Rhode Island," ungkap lembaga tersebut, seperti dinukil dari Fox News, Kamis (1/10/2020).

Baca juga: Peneliti Temukan Spesies Baru Laba-Laba dengan Organ Reproduksi Berbeda 

Kedua kutu eksotis itu ditemukan oleh Danielle M Tufts, ilmuwan mantan peneliti dari Universitas Columbia. Spesies bernama latin Haemaphysalis Longicornis dan Haemaphysalis Punctata ini juga dikenal sebagai kutu Longhorn Asia.

Kutu-kutu tersebut awalnya dianggap asli, tetapi dalam pemeriksaan lebih lanjut ditemukan sebagai spesies eksotik.

Kutu Longhorn Asia pertama kali ditemukan di Amerika Serikat pada 2017 di New Jersey. Tetapi sampel yang diarsipkan kemudian menentukan kutu ini mungkin telah ada di sana setidaknya sejak 2010.

"Kutu Asian Longhorned dianggap sebagai ancaman serius bagi ternak di Australia dan Selandia Baru, di mana ia bersifat invasif," jelas lembaga tersebut.

"Ini menimbulkan risiko bagi ternak New England karena dapat menempel pada berbagai hewan berdarah panas untuk diberi makan. Jika terlalu banyak kutu menempel pada satu hewan, kehilangan darah dapat membunuh hewan tersebut."

Baca juga: Unik, Anak Anjing Laut Ini Tertangkap Kamera "Tertawa Lepas" di Pantai 

Pada 2018, sebuah penelitian memperingatkan bahwa kutu dapat menyebar ke sebagian besar wilayah Amerika Serikat bagian timur dan sebagian Midwest, serta sebagian kecil Pasifik Barat Laut.

Haemaphysalis Punctata, yang juga dikenal sebagai "kutu domba merah", berasal dari paruh selatan Eropa serta Inggris dan sebagian pantai Afrika Utara.

"Penemuan di Block Island penting karena kutu ini tidak diketahui keberadaannya di luar wilayah asalnya," papar pejabat setempat.

Kedua jenis kutu ini dapat menularkan "berbagai penyakit" ke manusia dan hewan, namun hanya satu penyakit yang telah ditemukan pada kutu ini di Amerika Serikat.

Pejabat setempat merekomendasikan pedoman berikut untuk mencegah penyakit dari kutu ini:

- Oleskan penolak kutu pada kulit dan pakaian yang terbuka.

- Semprotkan produk yang mengandung permetrin pada pakaian luar, termasuk sepatu. Permetrin sebaiknya tidak digunakan langsung pada kulit.

- Periksa pakaian dan kulit yang terbuka sebelum berpindah dari satu area ke area lain.

- Kenakan kemeja lengan panjang berwarna terang dan celana panjang.

- Lakukan pemeriksaan tubuh segera setelah kembali dari aktivitas luar ruangan di area yang dipenuhi kutu.

Baca juga: Studi Baru Sebut Beri Makan Kucing Cukup Sekali Sehari 

"Jika ditemukan kutu, keluarkan dengan menggunakan pinset berujung halus, cuci area yang terkena dengan sabun dan air, dan disinfeksi tempat gigitan," jelas lembaga negara tersebut.

"Untuk melindungi anjing pemburu, pemburu harus memeriksa dengan dokter hewan tentang perawatan pengendalian kutu topikal atau sistemik yang sesuai untuk anjing mereka."

Baca juga: Ratusan Ribu Burung Mati Mendadak di Meksiko 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini