Peneliti Ungkap Pemilik Fosil Bulu Pertama yang Pernah Ditemukan

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 16 2286702 peneliti-ungkap-pemilik-fosil-bulu-pertama-yang-pernah-ditemukan-lpgB4PNP9k.jpg Fosil bulu dinosaurus Achaeopteryx. (Foto: Museum of Naturkunde)

TIM ilmuwan internasional mengungkap pemilik fosil bulu pertama yang pernah ditemukan. Dipimpin pihak University of South Florida (USF), bulu itu diketahui milik dinosaurus mirip burung bernama Archaeopteryx. Temuan ini pun telah dipublikasikan dalam Jurnal Scientific Reports pada Rabu 30 September.

Archaeopteryx merupakan dinosaurus ikonik yang diberi nama pada 1861 di Jerman. Selama berabad-abad para ilmuwan memperdebatkan apakah dinosaurus itu benar pemilik fosil bulu pertama yang ditemukan. Pasalnya sebagian menganggap itu merupakan bulu milik spesies lain.

Baca juga: Peneliti Temukan Fakta Spinosaurus adalah "Monster Sungai" 

"Ada perdebatan selama 159 tahun terakhir, apakah bulu ini milik spesies yang sama dengan kerangka Archaeopteryx, serta dari mana asalnya dan warna aslinya," ucap penulis utama Ryan Carney, asisten profesor biologi integratif di USF, dikutip dari Phys, Kamis (1/10/2020).

Guna menjawab perdebatan, para peneliti melakukan analisis terhadap sembilan atribut bulu. Ini termasuk bulu ayam panjang dan data dari burung modern. Selain itu, mereka juga memeriksa 13 kerangka milik Archaeopteryx.

Baca juga: Fosil Dinosaurus Herbivora Berusia 125 Juta Tahun Ditemukan di China 

Dari hasil identifikasi diketahui bahwa fosil bulu yang ditemukan merupakan jenis bulu primer. Sementara dari tiga kerangka milik Archaeopteryx diketahui memiliki bulu primer tersebut. Ini ditemukan pada permukaan sayap, sehingga hal tersebut membenarkan temuan mereka.

"Melalui pekerjaan detektif ilmiah yang menggabungkan teknik baru dengan fosil dan literatur tua, kami akhirnya dapat memecahkan misteri yang berusia berabad-abad ini," ucap Carney.

Sementara bulu primer bertugas menutup bulu utama. Ia juga berfungsi membantu mendorong burung saat di udara. Ini ditemukan pada bagian sayap kiri Archaeopteryx melalui penghlihatan mikroskop elektron jenis khusus.

Selain memecah perdebatan perihal pemilik bulu, peneliti juga mengungkap warna sebenarnya. Bulu itu awalnya diperkirakan berwarna hitam dan putih. Namun dari hasil penelitian ini diketahui berwarna hitam pekat, berbeda dari dugaan awal.

Baca juga: Ilmuwan Ini Temukan Tulang Dinosaurus saat Berlari di Tepi Pantai 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini