Peneliti Ciptakan Super-Enzim Pengurai Plastik 6 Kali Lebih Cepat

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 16 2286728 peneliti-ciptakan-super-enzim-pengurai-plastik-6-kali-lebih-cepat-ItgFgYelOm.jpg Ilustrasi sampah plastik. (Foto: Slashgear)

SEKELOMPOK peneliti menciptakan super-enzim baru yang dapat mengurai plastik enam kali lebih cepat dari sebelumnya. Enzim merupakan gabungan dari enzim METase yang baru ditemukan serta enzim PETase yang ditemukan lebih dulu pada 2018. Ini rencananya akan digunakan sekira satu atau dua tahun lagi.

Melansir Borneo Bulletin, Kamis (1/10/2020), untuk menciptakan enzim METase, para peneliti menggunakan enzim kedua yang ditemukan pada serangga pemakan plastik. Serangga ini sebelumnya ditemukan di situs limbah Jepang pada 2016. Melalui enzim kedua, peneliti pada akhirnya mengombinasikannya dengan PETase untuk mempercepat penguraian.

Baca juga: Ilmuwan dan Masyarakat Temukan Trans-Neptunian Objects di Tata Surya 

"Ketika kami menghubungkan enzim, secara tidak terduga kami mendapat peningkatan dramatis dalam aktivitas. Ini adalah jalan untuk coba membuat enzim yang lebih cepat dan relevan secara industri. Tapi itu juga salah satu cerita tentang belajar dari alam, dan kemudian membawanya ke lab," ungkap Profesor John McGeehan dari Universitas Portsmouth, Inggris, seperti dikutip dari Slashgear.

Ia mengungkapkan bahwa METase memiliki cara mengurai yang berbeda dibandingkan versi pendahulunya. PETase bekerja dengan cara menyerang permukaan Kristal dari botol plastik. Sedangkan METase diklaim dapat "memotong lebih jauh" dari pendahulunya yang dapat menyerang gugus kimia bebas dari PETase.

Baca juga: Danau yang Ditemukan di Planet Mars Berisi Air Asin 

Sementara melalui temuan ini pada akhirnya peneliti memiliki dua enzim pengurai plastik. Itu pada gagasan yang lebih baru untuk menggabungkan keduanya. Peneliti yakin dengan menggabung keduanya maka akan meningkatkan kecepatan degradasi dan membuatnya bekerja lebih ketat.

"Ada potensi besar. Kami memiliki beberapa ratus di lab yang saat ini kami rekatkan," ucap McGeehan.

Saat ini enzim itu sedang diteliti lebih lanjut untuk membuatnya dapat bekerja lebih cepat. Sementara temuan ini telah dipublikasi dalam Jurnal Prosiding National Academy of Sciences.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini