Makam Prajurit Zaman Besi Berusia 2.500 Tahun Ditemukan di Siberia

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 02 Oktober 2020 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 16 2287196 makam-prajurit-zaman-besi-berusia-2-500-tahun-ditemukan-di-siberia-mUYxhHxQd4.jpg Benda-benda yang ditemukan di makam prajurit Zaman Besi di Siberia. (Foto: Institute of Archeology and Ethnography Siberian Branch of the Russian Academy of Sciences/Fox News)

SEBUAH makam berusia 2.500 tahun penuh dengan belati, pisau, kapak, dan empat kerangka, termasuk "wanita pejuang", ditemukan di Siberia, Rusia. Penemuan ini pun mengejutkan para ahli.

Para arkeolog menemukan sisa-sisa Zaman Besi dan telah menyimpulkan bahwa itu milik Budaya Tagar Kuno atau sekelompok pejuang nomaden yang hidup di Siberia.

Dua prajurit, seorang pria dan wanita, serta seorang bayi, adalah bagian dari empat kerangka yang ditemukan di makam tersebut.

"Pria dan wanita yang berbaring di samping mereka berusia sekira 35 dan 45 tahun, dan wanita yang berdiri di dekat mereka berusia sekira 60 tahun atau lebih," kata antropolog Olga Batanina Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia Cabang Siberia dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip dari Fox News, Jumat (2/10/2020).

"Sisa-sisa bayi yang baru lahir, tidak lebih dari 1 bulan, juga ditemukan di pemakaman, tetapi kerangkanya tersebar di seluruh makam, kemungkinan akibat dari aktivitas hewan pengerat," lanjutnya.

Baca juga: Peneliti Ungkap Pemilik Fosil Bulu Pertama yang Pernah Ditemukan 

Tidak jelas apa hubungan antara orang-orang itu, tetapi para peneliti berharap menggunakan analisis DNA untuk menunjukkan apakah mereka ada hubungan keluarga.

Para arkeolog belum yakin bagaimana mereka meninggal, tetapi muncul spekulasi mungkin ada penyakit yang menyebabkan kematian mereka.

Makam prajurit Zaman Besi ditemukan di Siberia. (Foto: Institute of Archeology and Ethnography Siberian Branch of the Russian Academy of Sciences)

Makam itu ditemukan di bagian selatan Khakassia di Siberia. Mungkin yang lebih luar biasa dari penemuan ini adalah isi makam itu tidak dijarah, seperti banyak makam Tagarain. Demikian diungkapkan Yuri Vitalievich Teterin, kepala penggalian.

Para peneliti juga menemukan cermin perunggu dan sisir miniatur yang terbuat dari tanduk hewan. Senjata-senjata yang ditemukan berukuran besar.

Live Science melaporkan, Budaya Tagar berlangsung selama kurang lebih 500 tahun dari abad ke-8 SM ke abad ke-3 SM.

Baca juga: Peristiwa 2 Oktober: Selamat Hari Batik Nasional

Sejumlah penemuan Zaman Besi telah ditemukan baru-baru ini. Pada Februari 2019, para peneliti menemukan lebih dari 100 tengkorak manusia yang terfragmentasi terkubur di area terbuka Le Cailar, Prancis, sebuah kota berusia 2.500 tahun di Sungai Rhone.

Para peneliti mengumpulkan bukti pada Mei 2019 bahwa Zaman Besi Celtic meminum anggur Mediterania sejak 2.700 tahun lalu.

Secara terpisah pada Mei 2019, perisai Zaman Besi yang terbuat dari kulit kayu, yang pertama kali ditemukan di Eropa, dianalisis oleh para peneliti.

Pada Juli 2019, para peneliti menemukan makam perempuan Celtic yang dimakamkan sekira 200 SM. di peti mati pohon dan dihiasi dengan perhiasan berharga.

Pada Februari, 70.000 koin dari Zaman Besi yang ditemukan pada 2012 ditetapkan masuk Rekor Dunia Guinness sebagai harta karun terbesar dari jenisnya yang ditemukan di Kepulauan Inggris.

Pada Juli lalu, para arkeolog menemukan kerangka di Inggris yang mungkin merupakan "korban pembunuhan" Zaman Besi.

Zaman Besi didahului oleh Zaman Batu dan Zaman Perunggu dan berlangsung antara 1200 SM dan abad ke-1 M, bergantung pada wilayah dunia.

Baca juga: Ilmuwan Ungkap Penyebab Bulu Burung Merak Jantan dan Betina Berbeda 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini