Bangunan 3D Akan Didirikan di Bulan untuk Bantu Misi Eksplorasi

Hantoro, Jurnalis · Sabtu 03 Oktober 2020 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 16 2287777 bangunan-3d-akan-didirikan-di-bulan-untuk-bantu-misi-eksplorasi-nVJ7QT4Tbo.jpg Ilustrasi bangunan 3D di bulan. (Foto: Icon/Search+/Space.com)

SEBUAH startup bernama ICON yang berbasis di Austin, Texas, Amerika Serikat, yang terkenal dengan rumah pencetakan 3D di Bumi, memperkenalkan Proyek Olympus. Ini merupakan proyek mengembangkan sistem konstruksi berbasis ruang angkasa. Proyek tersebut pada akhirnya hendak membantu manusia mendapatkan pijakan di bulan dan Planet Mars.

"Sejak dibentuk, kami telah memikirkan tentang konstruksi di luar dunia. Ini adalah perkembangan yang sangat alami jika Anda bertanya tentang cara konstruksi aditif dan pencetakan 3D dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia," kata salah satu pendiri dan CEO ICON Jason Ballard, sebagaimana dikutip dari Space, Sabtu (3/10/2020).

Baca juga: UEA Umumkan Rencana Misi Pendaratan di Bulan pada 2024 

Mereka bekerja sama dengan Angkatan Udara Amerika Serikat untuk Proyek Olympus ini. Tujuannya untuk memperluas kemampuan teknologi pencetakan 3D tersebut.

Astronaut di bulan. (Foto: NASA/IFL Science)

Sementara NASA menyatakan tertarik pada teknologi 3D yang dinilai masuk akal. Badan antariksa itu bekerja melalui program Artemis untuk mengeksplorasi bulan dan sedang membutuhkan bangunan guna memperlancar keberadaan manusia dalam jangka panjang di dan sekitar bulan pada akhir tahun 2020-an.

Lalu akan dilakukan pengujian berbagai teknologi pemrosesan dan pencetakan menggunakan simulasi tanah bulan. Uji coba ini akan dibangun di atas teknologi yang pernah didemonstrasikan pada 2018 selama 3D Printed Habitat Challenge NASA.

Baca juga: Tingkat Radiasi di Bulan Ternyata 200 Kali Lebih Tinggi dari Bumi 

"Kami ingin meningkatkan kesiapan teknologi dan sistem pengujian untuk membuktikan layaknya mengembangkan printer 3D skala besar yang dapat membangun infrastruktur di bulan atau Mars," kata Corky Clinton, direktur asosiasi Kantor Sains dan Teknologi Marshall, dalam pernyataan kepada NASA.

"Tim akan menggunakan apa yang kami pelajari dari pengujian dengan simulasi bulan untuk merancang, mengembangkan, dan mendemonstrasikan elemen prototipe untuk sistem konstruksi aditif skala penuh."

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini