Nelayan Menjaring Hiu Abnormal dengan Tubuh Tanpa Kulit dan Gigi

Hantoro, Jurnalis · Sabtu 03 Oktober 2020 18:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 16 2287873 nelayan-menjaring-hiu-abnormal-dengan-tubuh-tanpa-kulit-dan-gigi-FzHf5UqrBF.jpg Ikan hiu abnormal tanpa kulit dan gigi yang terjaring di Sardinia, Italia. (Foto: Mulas/Live Science)

NELAYAN yang menjaring ikan di Laut Mediterania di selatan Pulau Sardinia, Italia, pada Juli 2019, secara tidak sengaja menarik hiu dari dalam air. Ia terjebak di dalam jaring di antara ratusan ikan lainnya. Anehnya, hiu yang diketahui dari jenis blackmouth catshark (galeus melastomus) itu tampaknya lahir tanpa kulit dan gigi.

"Tangkapan langka ini adalah kasus hiu pertama dan satu-satunya yang diketahui hidup dengan kekurangan parah dari semua struktur yang berhubungan dengan kulit, termasuk gigi," jelas sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Fish Biology, sebagaimana dikutip dari Live Science, Sabtu (3/10/2020).

Penulis utama penelitian, Antonello Mulas, mengatakan bahwa mungkin yang lebih aneh lagi hiu tersebut tampaknya menjalani kehidupan yang relatif normal sampai tertangkap dari laut. Ketika dia dan rekan-rekannya memeriksa hiu itu, diketahui usianya sekira 3 tahun, tumbuh dengan perkembangan biasa, dan memiliki perut penuh makanan ketika mati.

"Reaksi pertama kami adalah, 'Seekor hiu tanpa kulit tidak dapat bertahan hidup'," jelas Mulas, ahli biologi di University of Cagliari di Sardinia, kepada Live Science.

"Tapi, seperti dikatakan Shakespeare, ada lebih banyak hal di surga dan Bumi daripada yang bisa Anda bayangkan," ungkapnya.

Baca juga: Ini Keistimewaan Kuda Menurut Alquran dan Sains 

Galeus melastomus umum ditemui di laut. "Hiu kucing kecil" ini dapat tumbuh hingga panjang maksimum 2,3 kaki (70 sentimeter) ayau seukuran tongkat baseball anak-anak.

Mereka banyak ditemukan di timur laut Samudera Atlantik dan Laut Mediterania. Hiu ini cenderung berenang di kedalaman 650 hingga 1.600 kaki (200 hingga 500 meter).

Sesuai namanya, bagian dalam mulutnya berwarna hitam legam, seperti selubung mirip kulit yang menutupi organ dalamnya.

Begelapan itu terlihat jelas dalam gambar "hiu abnormal" yang terjaring di Sardinia ini. Bagian dalam hiu yang gelap terlihat melalui insang dan kepalanya yang transparan, sangat kontras dengan bagian tubuhnya yang pucat dan kekuningan.

Mulas mengatakan, hiu itu tampak sangat tidak normal sehingga dorongan pertama para peneliti adalah memastikannya bukan "alien", spesies yang bukan asli Mediterania.

"Ada lebih dari 300 spesies hiu, dan kami ingin memastikan ini bukan jenis hiu yang belum pernah kami dengar," tambahnya.

Baca juga: Ini Ular Derik Berbisa yang Banyak Menggigit Manusia di Amerika 

Para peneliti mengungkapkan hiu itu bukan makhluk asing. Penyelidikan tim menjelaskan bahwa catshark ini seekor betina muda berukuran panjang 1 kaki (30 cm) yang menunjukkan pertumbuhan normal untuk usianya.

Selain jelas-jelas kehilangan epidermisnya (lapisan kulit terluar), hiu tersebut juga kehilangan denticles dermal atau struktur kecil seperti taring yang melapisi kulit semua hiu dan pari. Demikian berdasarkan analisis mikroskop.

Mulas menerangkan, sisik yang keras dan runcing ini tidak hanya memberikan perlindungan fisik bagi hiu, tetapi juga membuatnya menjadi perenang yang lebih cepat dan gesit.

Dengan tidak adanya dermal denticles, catshark itu kemungkinan merupakan perenang yang lebih lemah dibanding rekan-rekannya. Tetapi itu tampaknya tidak menghentikannya untuk berhasil mengisi perutnya, juga tidak kehilangan giginya.

Baca juga: Kutu Pengisap Darah Hewan Ternak Ditemukan di Amerika 

Dalam usus hiu, kata Mulas, para peneliti menemukan 14 jenis makanan, termasuk prasmanan cephalopoda kecil, krustasea, dan ikan bertulang. Sebab, hiu mulut hitam biasanya menelan mangsanya utuh. Sementara mulut hiu abnormal ini tidak membuatnya menjadi predator yang kurang efektif.

Para peneliti menyimpulkan penampilan abnormal hiu tersebut hampir pasti merupakan hasil mutasi genetik. Mutasi ini mungkin sangat alami, atau bisa jadi dipengaruhi paparan polusi kimiawi di dalam air.

Baca juga: Unik, Anak Anjing Laut Ini Tertangkap Kamera "Tertawa Lepas" di Pantai 

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik, para peneliti akan kembali ke lokasi di mana catshark abnormal ditangkap, dan mengambil sampel sedimen di dasar laut. Analisis ini harus mengungkapkan apakah ada sesuatu yang berpotensi berbahaya di lingkungan hiu, dan dapat menunjukkan jalan menuju makhluk laut aneh serupa lainnya.

"Mungkin kita akan menemukan hiu berkepala dua, atau ikan Blinky (bermata tiga) 'Simpsons'," kata Mulas penuh harap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini