Alquran dan Sains Lengkap Menjelaskan Proses Turunnya Air Hujan

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 05:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 16 2288394 alquran-dan-sains-lengkap-menjelaskan-proses-turunnya-air-hujan-OlkQ1uCt7z.jpg Ilustrasi hujan. (Foto: Okezone)

HUJAN merupakan fenomena turunnya air dari langit ke permukaan Bumi. Permukaan akan dibasahi air hujan hingga bagian paling dalam. Hal ini memberikan banyak manfaat terhadap kehidupan di Bumi.

Ternyata hal tersebut sudah lama dijelaskan dalam kitab suci Alquran dan sains. Demikian dijelaskan dalam buku Tafsir Ilmi 'Air dalam Perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Mereka menjelaskan tentang proses daur air yang menjadi cikal bakal turunnya hujan.

Baca juga: Ini Keistimewaan Kuda Menurut Alquran dan Sains 

Daur air bisa diuraikan secara sederhana, yakni uap air di udara, apabila jumlahnya sudah cukup banyak, akan terkumpul menjadi awan. Begitu uap air di dalam awan sudah mencapai titik jenuh, ia akan berkondensasi menjadi air yang kemudian jatuh ke Bumi sebagai hujan.

Di daerah dengan suhu udara lebih rendah dibanding titik beku air, kondensasi air akan membentuk fase padat yang dijatuhkan dalam bentuk salju atau es. Melalui pemanasan, salju akan mencair.

Ilustrasi hujan. (Foto: Unsplash)

Air lelehan salju, sebagaimana air hujan, akan mengaliri dan menggenangi bagian-bagian terendah permukaan Bumi dalam bentuk sungai, danau, atau rawa di daratan dan akhirnya akan mengalir ke laut.

Sebagian aliran air ini akan meresap ke dalam Bumi, mengalir dan tersimpan di dalam tanah dan batuan dalam bentuk air tanah dalam dan air tanah dangkal. Dengan adanya panas matahari, sebagian air yang mengalir dan menggenangi daratan dan lautan akan menguap ke udara dan bergerak bersama pergerakan angin.

Baca juga: Keahlian Burung saat Terbang Dijelaskan dalam Alquran dan Sains 

Dalam kitab suci Alquran, Allah Subhanahu wa ta'ala menjelaskan tentang turunnya hujan melalui Surah Ar-Rum Ayat 48:

"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira." (QS Ar-Rum: 48)

Kemudian dalam ayat lain di kitab suci Alquran, Allah Subhanahu wa ta'al kembali menjelaskan proses terjadinya hujan.

"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS An-Nur: 43)

Sebelum penelitian modern berhasil mengungkap detail proses turunnya hujan, kitab suci Alquran yang diturunkan sekira 14 abad lalu telah menjelaskan proses tersebut.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Gunung Tidak Diam, Bergerak seperti Awan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini