Hasil Penelitian, Hanya 29% Pengguna Wireless Charger di Dunia

Sindonews, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 16 2288740 hasil-penelitian-hanya-29-pengguna-wireless-charger-di-dunia-HFIrDDlQ4X.jpg Wireless charger. (Foto: Phone Arena)

PENGISIAN daya baterai smartphone kini mengalami perkembangan pesat. Tidak hanya menggunakan kabel, tapi juga wireless charger. Namun berdasarkan hasil penelitian, hanya sekira 29 persen orang yang menggunakannya.

Mengutip dari Sindonews, Senin (5/10/2020), mereka beralasan penggunaan wireless charger cukup merepotkan. Pengguna harus memiliki ponsel atau case yang bisa terkoneksi dengan wireless charging. Sebab, tidak semua ponsel bisa terkoneksi.

Baca juga: Terinspirasi Nikola Tesla, Perusahaan Ini Ingin Alirkan Listrik Tanpa Kabel 

Alasan lainnya, proses pengisian daya menggunakan pengisi daya nirkabel lebih lama dibandingkan pengisian daya dengan kabel. Di dalam wireless charging terdapat komponen yang disebut induksi elektronagnetik. Gunanya memindahkan daya dari satu tempat ke tempat lain yakni ponsel.

Selain itu, pengisian daya nirkabel juga membutuhkan dua buah koil. Koil pertama berada di alat pengisi untuk menginduksi, dan koil kedua berada di ponsel sebagai penerima daya.

Wireless charger. (Foto: Samsung)

Jika kedua koil tersebut tidak sejajar, baterai pada ponsel tidak akan terisi dengan benar. Inilah yang membuat pengisian menjadi lebih lama, dibandingkan mencolokkan ponsel ke listrik dengan kabel.

Mengutip dari Tech Insider, kebanyakan kabel pengisian baterai memiliki daya setidaknya 12 watt. Sementara hampir semua wireless charger hanya memiliki 7,5 sampai 10 watt.

Baca juga: Isu Kesehatan soal Penggunaan Earphone Bluetooth, Ini Tanggapan Samsung 

Pada dasarnya, semakin kecil angka tersebut makin lama pula waktu yang dibutuhkan agar baterai pada ponsel terisi penuh. Bahkan jika saat baterai diisi melalui wireless charger masih menggunakan case biasa, maka waktu pengisian akan jauh lebih lama, atau mungkin tidak terisi sama sekali.

Beberapa alat pengisi daya nirkabel memang sudah memiliki fitur pengisian cepat. Tetapi hanya berfungsi pada ponsel yang diproduksi di manufaktur yang sama dengan alat tersebut.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini