Ini Cara 3 Astronaut NASA Ikut Pemilihan Presiden dari Luar Angkasa

Hantoro, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2020 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 16 2289110 ini-cara-3-astronaut-nasa-ikut-pemilihan-presiden-dari-luar-angkasa-JuRbD0E6iM.jpg Bendera Amerika Serikat di Stasiun Luar Angkasa Internasional. (Foto: NASA/Fox News)

PEMILIHAN Umum Presiden Amerika Serikat tinggal beberapa minggu lagi, tepatnya pada Selasa 3 November 2020. Semua warga Negeri Paman Sam pun diimbau menggunakan hak pilihnya. Ini termasuk para astronaut NASA yang sedang mengemban tugas di luar angkasa.

NASA telah menjelaskan bahwa para astronautnya akan memberikan hak suara dari luar angkasa. Badan antariksa itu pun memiliki moto "Vote while you float" untuk astronaut.

Baca juga: 3 Astronaut NASA Akan Ikut Pemilu dari Luar Angkasa 

"Seperti bentuk lain dari pemungutan suara tanpa kehadiran, pemungutan suara dari luar angkasa dimulai dengan Aplikasi Kartu Pos Federal atau FPCA," jelas pihak NASA di situsnya, sebagaimana dikutip dari Fox News, Selasa (6/10/2020).

"Ini adalah formulir yang sama yang diisi oleh anggota militer dan keluarga mereka saat bertugas di luar Amerika Serikat. Dengan menyelesaikannya sebelum peluncuran, anggota kru stasiun luar angkasa memberi tanda niat mereka untuk berpartisipasi dalam pemilihan dari luar angkasa," lanjutnya.

Astronaut NASA Misi Crew 1 menuju ISS. (Foto: NASA)

NASA menjelaskan, dikarenakan para astronaut pindah ke Houston untuk pelatihan, sebagian besar memilih sebagai penduduk Negara Bagian Texas.

"Tentu saja astronot NASA berasal dari seluruh penjuru negeri, jadi mereka yang ingin memberikan suara sebagai penduduk negara bagian asal mereka dapat bekerja dengan pemerintah daerah mereka untuk membuat pengaturan khusus dalam memberikan suara dari luar angkasa," tambahnya.

Setelah FCPA disetujui, petugas daerah yang mengelola pemilihan asal astronaut tersebut akan mengirim surat suara percobaan ke tim di Pusat Antariksa Johnson NASA. Komputer uji stasiun luar angkasa kemudian digunakan untuk menguji apakah itu dapat diisi dan dikirim kembali ke petugas daerah.

Baca juga: Gaya Luna Maya vs Aruan Marsha saat Pakai Tote Bag, Kece Mana?

"Setelah tes berhasil, surat suara elektronik aman yang dihasilkan oleh Kantor Panitera Harris County dan pemerintah daerah sekitarnya di Texas, dihubungkan oleh Pusat Kontrol Misi Johnson ke anggota kru pemungutan suara," jelas NASA.

"Email dengan kredensial khusus anggota kru dikirim dari Panitera County ke astronaut. Kredensial ini memungkinkan anggota kru untuk mengakses surat suara yang aman," lanjutnya.

"Astronaut kemudian akan memberikan suara mereka, dan surat suara yang aman dan lengkap akan di-downlink dan dikirim kembali ke Kantor Panitera County melalui email untuk dicatat secara resmi," tambah NASA.

"Petugas memiliki kata sandi sendiri untuk memastikan hanya mereka yang dapat membuka surat suara. Ini proses yang cepat, dan astronaut harus sudah mengirimkannya sebelum jam 7 malam. Waktu lokal pada hari pemilihan jika memberikan suara sebagai penduduk Texas."

Pada 2016, astronaut NASA Shane Kimbrough yang saat itu satu-satunya orang Amerika di luar planet, memberikan suara dalam pemilihan presiden dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

NASA menjelaskan bahwa sistem tersebut pertama kali digunakan pada 1997 untuk mantan astronaut David Wolf ketika menerbangkan misi jangka panjang di Stasiun Luar Angkasa Rusia Mir. Dikarenakan misi Wolf berlangsung pada hari pemilihan, prosesnya disiapkan untuk memungkinkan dia memberikan suara dari luar angkasa.

Baca juga: NASA dan SpaceX Bekerja Sama Meneliti Batas Tata Surya 

Pada 2020, lebih banyak astronaut NASA akan memberikan suara dari luar angkasa. Kate Rubins, misalnya, dijadwalkan meluncur ke laboratorium luar angkasa yang mengorbit pada 14 Oktober di atas pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan dan akan memberikan suara di luar angkasa untuk kedua kalinya.

Rubins juga memberikan suara di luar angkasa empat tahun lalu selama 115 hari bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Dia memilih sebelum kembali ke Bumi pada 30 Oktober 2016.

Baca juga: NASA Uji Toilet Canggih di ISS untuk Bantu Misi Bulan dan Mars 

Lalu tiga astronot lagi dari Misi Crew 1 yakni Mike Hopkins, Victor Glover, dan Shannon Walker juga akan diluncurkan ke stasiun luar angkasa dari Pusat Antariksa Kennedy NASA dengan pesawat luar angkasa SpaceX Crew Dragon pada 31 Oktober.

Mereka akan bergabung dalam misi oleh astronaut Jepang Astronot Agency (JAXA) Soichi Noguchi. Seperti Rubins; Hopkins, Glover, dan Walker akan memberikan hak suara pemilu dari luar angkasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini