Tata Surya Disebut Miliki Bidang Kedua, Disebabkan Gravitasi Galaksi

Felix Refialdo Handono, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 02:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 16 2289484 tata-surya-disebut-miliki-bidang-kedua-disebabkan-gravitasi-galaksi-hH4IWmpAdt.jpg Ilustrasi bidang kedua tata surya. (Foto: IFL Science)

DALAM sistem tata surya, semua planet yang ada sudah memiliki jalur sendiri, atau bisa disebut juga mengorbit, seperti halnya dengan asteroid. Sementara komet yang memiliki distribusi lebih luas diperdebatkan oleh para para astronom apakah memiliki pola distribusi sendiri atau acak. Kemudian sebuah teori baru menyatakan komet sejajar dengan bidang kedua tata surya, disebabkan medan gravitasi Galaksi Bima Sakti.

Pengamatan sistem proto-bintang dan model astrofisika sepakat bahwa planet-planet berasal dari cakram yang hampir sejajar dengan ekuator matahari. Sejak itu Jupiter bertindak sebagai pengawas planet-planet lainnya. Gravitasinya yang kuat menjaga "rekan-rekannya" yang lebih kecil di atas apa yang dikenal sebagai ekliptika.

Baca juga: Cincin Saturnus Miliki Kandungan Es dan Batu 

Sedangkan orbit komet jauh lebih bervariasi. Hasil dari pertemuan dengan benda-benda gravitasi cukup mengubah arahnya.

Namun, Dr Arika Higuchi dari Universitas Kesehatan Kerja dan Lingkungan Jepang berpendapat gangguan seperti itu harus meninggalkan komet aphelion, atau titik terjauh dari matahari, dekat dengan ekliptika.

Banyak komet yang manusia lihat tidak memiliki aphelia di dekat ekliptika. Higuchi menyimpulkan ada terlalu banyak komet dengan aphelia non-ekliptika untuk dijelaskan dengan gaya acak.

Baca juga: Ilmuwan dan Masyarakat Temukan Trans-Neptunian Objects di Tata Surya 

Ia mencatat bahwa medan gravitasi Galaksi Bima Sakti memberikan gaya dalam tata surya –kecil dibandingkan matahari dan planet yang lebih besar– tetapi ada di mana-mana dan mungkin mampu memengaruhi orbit komet.

Higuchi dalam Jurnal Astronomi mengatakan keberadaan apa yang dia sebut "ekliptika kedua" yang disebabkan oleh ketidaksejajaran antara ekliptika utama tata surya dan piringan Bima Sakti. Bidang ini berada pada sudut 120 derajat dibandingkan bidang ekliptika utama.

Database Badan Kecil NASA mengungkapkan bahwa memang ada dua kelompok komet aphelia, seperti yang diprediksi oleh penelitian Higuchi. Higuchi berpendapat puncak kedua lebih konsisten dengan pengaruh medan gravitasi galaksi.

Baca juga: NASA dan SpaceX Bekerja Sama Meneliti Batas Tata Surya 

"Puncak yang tajam tidak persis di bidang ekliptika atau ekliptika [kedua], tetapi di dekatnya," kata Higuchi dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip dari IFL Science, Rabu (7/10/2020).

Higuchi yakin beberapa faktor lain telah menarik sebagian besar komet aphelia sedikit menjauh dari salah satu bidang. Ia pun berniat untuk terus mencari tahun kemungkinan lainnya yang akan terjadi.

Baca juga: Bulan Terbesar Jupiter, Ganymede Punya Luka Benturan Terbesar di Tata Surya 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini