Astronom Rilis Gambar Awan Nebula Carina yang Sangat Tajam

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 16 2289902 astronom-rilis-gambar-awan-nebula-carina-yang-sangat-tajam-ZxRGLb9PN9.jpg Awan luar angkasa Nebula Carina. (Foto: IFL Science)

PARA astronom peneliti baru saja merilis gambar inframerah dengan ketajaman tinggi yang memperlihatkan awan luar angkasa Nebula Carina. Gambar ini diambil menggunakan Teleskop Gemini South yang berada di Cile. Bagian yang diambil adalah West Wall (Dinding Barat) Nebula.

Pengamatan tersebut dimungkinkan berkat optik adaptif. Teknik itu memungkinkan para astronom mengurangi efek turbulensi atmosfer serta meningkatkan resolusi hingga 10 kali lipat. Dengan begitu astronom dapat melakukan pengamatan melalui awan Nebula. Demikian laporan The Astrophysical Journal Letters.

Baca juga: Sains Buktikan Awan Mirip Tsunami Tertulis dalam Alquran 

"Hasilnya menakjubkan. Kami melihat banyak detail yang belum pernah teramati sebelumnya di sepanjang tepi awan, termasuk rangkaian pegunungan paralel yang mungkin dihasilkan oleh medan magnet, gelombang sinus yang sangat halus, dan fragmen di bagian atas yang tampak seperti terpotong oleh angin kencang," kata penulis utama penelitian Patrick Hartigan dari Rice University, sebagaimana dikutip dari IFL Science, Rabu (7/10/2020).

Penemuan ini juga memberikan wawasan berharga tentang pembentukan bintang. Nebula Carina berjarak sekira 7.500 tahun cahaya dari Bumi dan merupakan salah satu pembibitan bintang yang paling terkenal.

Para peneliti menemukan sejumlah struktur yang tidak biasa, termasuk pegunungan paralel yang kemungkinan terbentuk karena medan magnet bintang. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa bintang muda yang masif dapat memengaruhi apa yang ada di sekitarnya.

Baca juga: Planet Mars Sangat Dekat dengan Bumi, Terulang 15 Tahun Lagi

"Mungkin saja matahari terbentuk dari lingkungan yang seperti itu. Jika memang demikian, radiasi dan angin dari bintang masif di dekatnya akan memengaruhi massa dan atmosfer planet luar Tata Surya," kata Patrick.

Ada banyak hal yang belum diketahui tentang pembentukan sistem planet. Pengamatan ini diharapkan dapat membantu menjelaskan fenomena tersebut.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini