Peraih Nobel Fisika Ungkap Lubang Hitam Miliki Gravitasi Sangat Besar

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 16 2290545 peraih-nobel-fisika-ungkap-lubang-hitam-miliki-gravitasi-sangat-besar-usXYyoKyrI.jpg Ilustrasi lubang hitam di luar angkasa. (Foto: Pawel Czerwinski/Unsplash)

PERAIH Hadiah Nobel Fisika tahun ini, Andrea Ghez, menjelaskan beberapa fakta unik seputar lubang hitam (black hole) yang ia temukan. Secara sederhana lubang hitam dapat dikatakan sebagai sebuah benda yang tarikan gravitasinya begitu kuat sehingga tidak ada yang bisa menghindarinya, termasuk cahaya sekalipun.

"Sangat sedikit orang yang memahami apa itu lubang hitam, namun tidak sedikit juga orang yang terpesona olehnya," kata profesor Universitas California Los Angeles (UCLA) itu, sebagaimana dikutip dari Science Alert, Kamis (8/10/2020).

Baca juga: 3 Ilmuwan Penemu Virus Hepatitis C Dapat Anugerah Nobel Kedokteran 

Lebih lanjut astronom Amerika Serikat ini menjelaskan bahwa lubang hitam sangat menarik, namun sulit membuat konsepnya.

Lubang hitam dan Andrea Ghez. (Foto: Nicolle R Fuller/National Science Foundation/Christopher Dibble)

"Sangat sulit membuat konsep black hole. Hukum fisika sangat berbeda ketika berada dekat lubang hitam dengan di Bumi. Saya bisa memikirkannya secara matematis, bisa menggambarkannya secara abstrak, namun sulit membuat gambar karena ada pencampuran ruang dan waktu," kata Andrea.

Baca juga: Astronom Rilis Gambar Awan Nebula Carina yang Sangat Tajam 

Cara untuk melihat lubang hitam adalah dengan mengamati orbit bintang-bintang di sekitarnya. Andrea mengatakan setelah 25 tahun dia memiliki peta terperinci di dalam benaknya tentang beberapa bintang paling terang yang terkunci dalam orbit sempit di sekitar Sagitarius A * (dibaca Sagitarius A-Star).

Salah satu bintang yang disebut S2 menyelesaikan orbitnya dalam waktu kurang dari 16 tahun. Pergerakannya cepat mendekati lubang hitam dan melambat ketika bergerak menjauh.

Andrea mengatakan sangat sulit untuk berada di lubang hitam. Gravitasi yang sangat kuat bisa membuat tubuh manusia hancur.

"Tarikan gravitasinya kuat. Kami tidak akan bisa bertahan, dan akan dipecah menjadi potongan-potongan," jelasnya.

Baca juga: Jadi Planet Terjauh, Berapa Lama Waktu 1 Tahun di Pluto? 

Dia meyakini masih banyak misteri di lubang hitam yang akan terungkap. Penemuan di bidang fisika ini akan lebih cepat berkat perkembangan teknologi.

Andrea memperoleh gelar PhD di Caltech pada 1992 dan telah berada di UCLA sejak tahun 1994 sebagai direktur bersama di Galactic.

Baca juga: NASA Uji Toilet Canggih di ISS untuk Bantu Misi Bulan dan Mars 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini