Kuburan Penguin Purba Berusia 5.000 Tahun Ditemukan di Antartika

Felix Refialdo Handono, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 20:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 16 2290670 kuburan-penguin-purba-berusia-5-000-tahun-ditemukan-di-antartika-FF8jA6UxNr.jpg Kuburan penguin purba di Antartika. (Foto: Steve Emslie/Live Science)

PENELITI menemukan kuburan penguin purba di Antartika Selatan. Terlihat bangkai puluhan "mumi" penguin purba itu memenuhi sekitar daratan es yang mencair. Bebatuan di sekitar kuburan itu dipenuhi tulang, kerikil, dan noda guano –tanda koloni penguin adelie– yang baru saja ditinggalkan.

Hal seperti ini biasa terjadi di sekitar Laut Ross Antartika yang merupakan rumah bagi jutaan penguin adelie dan populasi penguin lain yang berkembang pesat. Namun kejadian ini membingungkan ahli biologi Steve Emslie, profesor dari University of North Carolina, Wilmington, ketika berkunjung pada Januari 2016 ke Cape Irizar; ia melihat penguin adelie tidak pernah terlihat di sana selama ratusan tahun.

Baca juga: Satelit Temukan 11 Koloni Penguin Kaisar di Antartika 

Tetapi baru-baru ini dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 18 September di Jurnal Geology, Emslie menjelaskan bahwa berdasarkan analisis radiokarbon terhadap tulang, kulit telur, dan sampel kulit bangkai penguin purba yang dikumpulkan diketahui bahwa mereka sebenarnya berusia ratusan hingga ribuan tahun.

Menurut Emslie, situs tersebut telah ditempati oleh koloni penguin berkembang biak setidaknya tiga kali selama 5.000 tahun terakhir.

"Selama bertahun-tahun bekerja di Antartika, saya belum pernah melihat situs seperti ini sebelumnya. Mumi tidak akan bertahan di permukaan di daerah berangin ini kecuali jika mereka baru saja terlihat," kata Emslie, sebagaimana dikutip dari Live Science, Kamis (8/10/2020).

Baca juga: Penemuan Fosil Penguin Raksasa Sebesar Manusia Bikin Geger Arkeolog 

Dalam perjalanan berikutnya, Emslie dan rekan-rekan menggali tiga dari gundukan kerikil yang baru dibuka itu. Mereka mengungkap lusinan tulang ayam dan sisa-sisa lainnya. Para peneliti menentukan usia sarang ini dengan menganalisis peluruhan radioaktif dari isotop, atau versi karbon dalam tujuh tulang itu, ditambah beberapa cangkang telur, bulu, dan sampel kulit.

Penanggalan radiokarbon tersebut mengonfirmasi apa yang diduga Emslie yakni sisa-sisa bangkai penguin yang tampaknya segar sebenarnya sudah purba, berkisar antara 800 hingga 5.000 tahun. Sampel tersebut menunjukkan bukti dari setidaknya tiga "pekerjaan" penguin yang berbeda di situs Cape Irizar yang terakhir berakhir hampir 1 milenium lalu.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini