Anggur Ternyata Bisa Menyala saat Dipanaskan di Microwave

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 16 2290866 anggur-ternyata-bisa-menyala-saat-dipanaskan-di-microwave-5jKeAE0JTV.jpg Buah anggur. (Foto: Nacho Dominguez Argenta/Unsplash)

ANGGUR dikenal sebagai salah satu buah yang memiliki banyak manfaat. Buah berbentuk bulat kecil ini mengandung senyawa, vitamin, dan mineral tinggi. Anggur juga diketahui dapat mencegah dan menurunkan risiko penyakit kanker serta menjaga kesehatan jantung.

Namun di balik segudang manfaatnya, ternyata ada fakta unik tentang anggur. Buah ini akan menyala ketika dipanaskan menggunakan microwave.

Baca juga: Ditemukan 24 Planet yang Diklaim Lebih Layak Huni Dibanding Bumi 

Hal tersebut dapat dilakukan dengan membelah anggur menjadi hampir dua bagian, dan membiarkan kulitnya utuh pada satu sisi. Setelah itu dimasukkan ke microwave.

Usai beberapa detik dipanaskan, anggur bisa menyala dan mengeluarkan semburan cahaya terang atau plasma di bagian tengahnya.

Anggur menyala ketika dipanaskan di microwave. (Foto: Cosmos Magazine)

Satu teori populer menjelaskan bahwa titik api yang menciptakan percikan cahaya karena kulit menghantarkan elektron bolak-balik.

Bagian buah anggur dianggap seperti "antena dipol" radio yang mengubah gelombang mikro menjadi arus listrik yang melintasi kulit. Arus ini yang kemudian akan menghasilkan plasma. Demikian dijelaskan Pablo Bianucci dari Universitas Concordia, Montreal, sebagaimana dikutip dari Cosmos Megazine, Jumat (9/10/2020).

Baca juga: 59 Peti Mati Berisi Mumi Berusia 2.600 Tahun Ditemukan di Mesir 

Bianucci bersama koleganya, Hamza Khattak dan Aaron Slepkov, mengujinya dengan teknik pencitraan termal.

"Plasma terbentuk karena adanya penguatan medan elektromagnetik di antara buah anggur. Ini disebabkan interaksi gelombang mikro yang terperangkap di antara dua bagian anggur tersebut," kata Bianucci.

Stephen Bosi, dosen senior fisika terapan University of New England di Armidale, Australia, juga mendukung teori antena dipol tersebut. Idenya didasarkan pada asumsi bahwa bagian buah anggur yang simetris beresonansi seperti sinyal radio yang masuk.

"Ketika gelombang dengan panjang tertentu menghantam objek dengan ukuran yang tepat, gelombang tersebut akan pas di dalam atau di sekitar objek tersebut. Hal itu yang menyebabkan gelombang berosilasi sangat kuat," jelas Stephen. Hasil dari proses inilah yang disebut plasma.

Baca juga: Ilmuwan Temukan 69% dari Kosmos Berisi Materi Energi Gelap 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini