Pengembangan Teknologi Speaker Telah Ada Sejak 1874

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 16 2291148 pengembangan-teknologi-speaker-telah-ada-sejak-1874-ffj8zJhsdx.jpg (Foto: Pixabay)

JAKARTA – Speaker bisa membantu seseorang agar dapat mendengar suara lebih keras. Speaker sampai saat ini masih dipakai untuk mendukung berbagai perangkat, baik PC, laptop, televisi dan lain-lain.

Tahukah Anda sejarah teknologi speaker? Halaman Audio Engineering Society mencatat, Ernst W Siemens, merupakan orang pertama yang mempelopori sistem audio yang berasal dari gulungan kawat dengan medan magnet yang didukung oleh gerakan secara aksial. Siemens kemudian mengajukan paten atas teknologi tersebut.

Hal tersebut merupakan paten pertama yang dipatenkan pada 1874 untuk speaker tanduk berbentuk terompet yang digunakan pada kebanyakan fonograp di era akustik.

Sementara speaker yang saat ini banyak digunakan memiliki diaphragm yakni benda berbentuk kerucut yang memiliki magnet serta membran suspensi fleksibel di bagian atasnya. Suspensi tersebut akan bergerak seiring kerasnya volume suara. Alat tersebut bergerak secara aksial melalui sistem magnetis yang berbentuk lingkaran.

Sistem tersebut pertama kali diperkenalkan pada 1930 dan dipatenkan oleh Albert L Thuras. Hanya saja, saat itu bentuknya tak sesederhana seperti saat ini. Ukurannya lebih besar dan lebih mirip lemari dibandingkan dengan speaker modern.

Barulah pada 1996, Verity Group di Inggris Raya mendirikan New Transducers Ltd yang juga dikenal sebagai NXT untuk membuat speaker berukuran lebih kecil.

Setelah itu, pada 1998, Benwin mulai memasarkan speaker dengan panel DML datar yang kini umum didapatkan.

Baca juga: Mengapa saat Supermoon Bulan Tampak Membesar?

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini