Situs DPR Diretas, Ini Metode yang Digunakan Hacker

Kiswondari, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 22:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 16 2291309 situs-dpr-diretas-ini-metode-yang-digunakan-hacker-9PKKq8cCPo.jpg Ilustrasi peretasan. (Foto: Shutterstock)

SEKRETARIS Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indra Iskandar mengatakan hacker situs www.dpr.go.id menggunakan metode distributed denial-of-service (DDoS) dalam menjalankan aksinya. Kemudian pelaku membanjiri website resmi lembaga legislatif itu dengan virus-virus.

"Mereka (peretasannya) kan ini modelnya di DDoS ya. Membanjiri website dengan berbagai hal itu ya virus," ungkap Indra ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis 8 Oktober 2020.

Baca juga: Situs Resmi DPR RI Tak Bisa Diakses, Berhasil Diretas? 

Ia melanjutkan, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan menggandeng Telkom dan Bareskrim Polri untuk memonitor situs DPR. Kemudian melakukan langkah-langkah perlindungan situs resmi itu agar terhindar dari aksi peretasan lagi.

Kemudian terkait tulisan di laman yang berubah, Indra menjelaskan bahwa itu bukan bagian dari peretasan, melainkan hasil pengeditan sehingga tulisannya tampak berubah.

"Tapi kalau tulisan itu semua editan. Itu cuma editan saja," jelasnya.

Peretasan situs DPR sendiri ternyata sudah terjadi sejak Senin 5 Oktober 2020 malam. Ketika itu laman kantor wakil rakyat tersebut tidak bisa diakses.

Namun kini situs www.dpr.go.id sudah bisa diakses publik. Sayangnya, masih terasa berat akibat efek peretasan dan virus.

Baca juga: Peretasan Situs DPR Terjadi sejak Senin Kemarin 

Sebelumnya pada Kamis 8 Oktober, situs resmi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak bisa diakses. Jika mencoba masuk ke alamat www.dpr.go.id, maka akan ditemukan sebuah pesan "An error occurred while processing your request". Tampilan situs hanya menampilkan halaman putih dan terdapat teks keterangan tersebut di bagian kiri atas.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini