Ternyata Hanya Nyamuk Betina yang Menggigit Manusia

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Sabtu 10 Oktober 2020 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 10 16 2291391 ternyata-hanya-nyamuk-betina-yang-menggigit-manusia-x4bZ6hTJb4.jpg Ilustrasi nyamuk. (Foto: Erop Kameneb/Unsplash)

ADA berbagai faktor yang dapat menyebabkan nyamuk bersarang di rumah. Misalnya tumpukan barang yang menjadi tempat persembunyian paling disukai oleh nyamuk. Selain itu sirkulasi udara yang tidak lancar hingga menyebabkan lembap juga membuat nyamuk banyak muncul.

Terkadang ketika sedang terlelap di malam hari, nyamuk usil mengganggu dengan gigitan-gigitannya. Hal ini menyebabkan rasa gatal pada kulit dan disertai bentol-bentol. Namun, ada sebuah fakta unik dari gigitan nyamuk. Ternyata hanya nyamuk betina yang menggigit manusia.

Baca juga: Teknik Serangga Steril Mampu Kendalikan Populasi Nyamuk 

Sebagaimana diansir Metode, Sabtu (10/10/2020), nyamuk betina menggigit bukan untuk makan, namun membutuhkan darah manusia untuk menghasilkan telur. Faktanya, baik nyamuk betina maupun jantan bisa hidup tanpa menggigit manusia.

Mereka bisa mendapat makanan dengan menjilat zat-zat manis seperti nektar bunga. Tetapi seekor nyamuk betina tidak akan bertelur jika tidak berhasil menemukan vertebrata yang darahnya dapat diisap.

Alasannya, makanan nektar meskipun sangat energik, tidak memiliki jumlah protein yang cukup, atau zat lain yang diperlukan untuk memproduksi telur. Hal ini telah melalui uji coba eksperimental, kombinasi asam amino yang baik disuntikkan kepada nyamuk betina akan menghasilkan telur.

Nyamuk seperti kebanyakan serangga lain mengalami metamorfosis, mulai dari larva hingga tumbuh dewasa. Kehidupan dewasa mereka juga tergantung pada apa yang didapatkannya pada saat menjadi larva.

Baca juga: Tahukah Anda, Nyamuk Tak Sembarangan Mengincar Targetnya 

Perkembangannya ditentukan oleh asam amino dan nutrisi lainnya. Setelah metamorfosis nyamuk tidak lagi memiliki persediaan protein untuk bereproduksi

Namun, mengisap darah memiliki beberapa masalah tersendiri bagi nyamuk betina. Salah satunya darah sebagai makanan tidak seimbang karena dominan protein di dalamnya. Sementara nyamuk membutuhkan karbohidrat sebagai sumber tenaga untuk terbang. Mereka beterbangan antara 250 hingga 500 kali per detik.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini