Ilmuwan Temukan Spesies Baru Tikus Air Berkaki Panjang

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Sabtu 10 Oktober 2020 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 10 16 2291548 ilmuwan-temukan-spesies-baru-tikus-air-berkaki-panjang-E1y4nQgqwJ.jpg Tikus air Afrika. (Foto: Velizar Simeonovski/IFL Science)

SPESIES tikus penghuni sungai berkaki panjang ditemukan oleh para ilmuwan di Ethiopia hampir 100 tahun lalu. Kemudian 90 tahun setelahnya spesies yang disebut Nilopegamys ini dinyatakan punah dan fosilnya dikumpulkan di Chicago’s Field Museum. Namun baru-baru ini sebuah studi menemukan spesies baru tikus air berkaki panjang yang biasanya menghuni area sungai.

Dikutip dari IFL Science, Sabtu (10/10/2020), berdasarkan laporan yang diterbitkan Zoological Journal of the Linnean Society memverifikasi bahwa spesies ini adalah sepupu terdekat dari Nilopegamys. Spesies baru ini disebut Colomys. Keduanya merupakan spesies tikus asli Afrika.

Baca juga: Deteksi Ranjau Darat, Tikus Raksasa Ini Dapat Penghargaan Pahlawan Hewan 

Studi tersebut dilakukan dengan mengamati kedua spesies. Colomys lebih mudah ditemukan di seluruh Lembah Kongo. Mereka memberikan istilah "tikus panggung" karena memang memiliki kaki panjang seperti milik badut.

Kaki yang panjang ini digunakan untuk mengarungi sungai dangkal dan berburu serangga penghuni air dengan berdiri tegak seperti kanguru. Sebagai hewan pengerat kecil, tikus ini memiliki otak sangat besar yang memungkinkan mereka memberikan respons sensorik.

Tikus air Afrika. (Foto: Giarla/IFL Science)

Meskipun tidak selangka Nilopegamys, menangkap Colomys bukanlah hal mudah. Mereka bergerak sangat cepat dan bersembunyi di daerah yang sulit dijangkau.

Setelah melewati beberapa ekspedisi untuk mengumpulkan data hewan ini, tim peneliti menggabungkan informasi yang didapakannya serta melakukan analisis DNA terhadap dua spesies tersebut.

Baca juga: Ilmuwan Ajarkan Tikus Mengenali Aroma 

Tim peneliti mengumpulkan beberapa DNA dari jaringan spesies Nilopegamys berusia 93 tahun untuk dibandingkan dengan data mereka. Akhirnya, mereka berhasil mengonfirmasi bahwa Nilopegamys memang saudara genus dari Colomys.

"Mereka menjadi salah satu hewan yang paling langka di dunia, karena itu sangat menarik untuk mengetahui pohon keluarga mereka," ungkap penulis makalah sekaligus peneliti Field Mueseum, Julian Kerbis Peterhans.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini