Peneliti Ungkap Kebenaran Teori Einstein Tentang Matahari

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 16 2292225 peneliti-ungkap-kebenaran-teori-einstein-tentang-matahari-ff5DI9Q3dW.jpg Teori pergeseran merah matahari. (Foto: IFL Science)

PARA peneliti baru-baru ini telah melakukan pengukuran pergeseran merah gravitasi matahari dengan tingkat presisi yang tinggi. Mereka membenarkan prediksi teori yang dikemukakan Albert Einsten pada 1920. Ketika itu Einstein menulis teorinya tentang pergeseran merah matahari.

"Bagi matahari pergeseran merah diprediksi dua per sejuta panjang gelombang. Apakah efek ini benar-benar ada, masih menjadi pertanyaan terbuka. Para astronom saat ini masih terus melakukan penelitian, bagi matahari efeknya sangat sulit dinilai karena efeknya sangat kecil," tulis Einstein kala itu, dikutip dari IFL Science, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Bulan Memantulkan Cahaya Matahari Dijelaskan dalam Alquran dan Sains 

Matahari. (Foto: Shutterstock)

Foton merupakan pertikel cahaya yang dapat dipengaruhi oleh medan gravitasi. Jalur foton ini dapat dibengkokkan oleh benda padat dan panjang gelombangnya dapat meregang saat keluar dari sumur gravitasi.

Laporan jurnal Astronomy and Astrophysics menyebutkan panjang gelombang cahaya yang keluar akan bergeser sedikit ke arah merah. Inilah yang disebut pergeseran merah gravitasi.

Baca juga: Awal Pekan, Cuaca DKI Jakarta Diprediksi Cerah Berawan 

Pengukuran pergeseran merah matahari memerlukan pendekatan yang tepat. Langkah pertama dengan melihat spektrum matahari. Sederhananya, ini seperti menggunakan prisma dan mengungkapkan semua warna yang membentuk cahaya matahari. Pada spektrum itu terdapat garis-garis gelap yang dibuat oleh elemen-elemen di matahari.

Pergeseran merah matahari akan memindahkan garis-garis ini ke panjang gelombang yang lebih panjang daripada yang terlihat di laboratorium. Tim peneliti berfokus pada garis besi dan menggunakan cahaya yang memantul dari bulan untuk melakukan pengukuran dengan menggunakan instrumen High Accuracy Radial-velocity Planet Searcher (HARPS).

Baca juga: Masuki Siklus Baru, Matahari Jadi Lebih "Tenang" 

"Menggabungkan instrumen HARPS dengan sisir frekuensi laser, kami dapat mengukur dengan akurasi tinggi posisi garis besi dalam spektrum matahari. Ini memungkinkan kami memverifikasi salah satu prediksi Teori Relativitas Umum Einstein," ujar penulis utama penelitian, Dr Jonay Gonzalez Hernandez.

Fenomena pergeseran merah gravitasi juga telah dikonfirmasi untuk bintang-bintang yang mengorbit lubang hitam supermasif di pusat Galaksi Bima Sakti. Ini juga menjadi karya dari pemenang Nobel 2020, Reinhard Genzel dan Andrea Ghez.

Baca juga: Peneliti Ungkap Terciptanya Lubang Hitam Raksasa di Luar Angkasa 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini