Ini Dampak Anomali Iklim La Nina Terhadap Wilayah Indonesia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 16 2292505 ini-dampak-anomali-iklim-la-nina-terhadap-wilayah-indonesia-TLAo5aSS5S.jpg Ilustrasi hujan dampak anomali iklim La Nina. (Foto: Unsplash)

ANOMALI iklim La Nina dilaporkan sedang berkembang. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan iklim global di Samudera Pasifik Ekuator. Fenomena La Nina pun diprediksi akan turut memberikan dampak terhadap wilayah Indonesia, salah satunya meningkatkan curah hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik Tengah dan Timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir. Nilai anomalinya melewati angka -0,5 derajat Celsius yang menjadi ambang batas kategori La Nina.

Baca juga: Peneliti Temukan 15 Juta Ton Mikroplastik Mencemari Dasar Laut 

Sementara perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut masing-masing adalah -0,6°C pada bulan Agustus; dan -0,9°C pada bulan September.

BMKG dan pusat layanan iklim lainnya seperti NOAA (Amerika Serikat), BoM (Australia), serta JMA (Jepang) memperkirakan La Nina bisa berkembang terus hingga mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir tahun 2020. Diperkirakan mulai turun pada Januari–Februari dan berakhir sekira Maret–April 2021.

"Catatan historis menunjukkan La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas normal," kata Kabag Humas BMKG Taufan Maulana saat dihubungi Okezone, Minggu 11 Oktober 2020.

Ia menerangkan, namun demikian dampak La Nina tidak akan seragam di seluruh wilayah Indonesia. Pada Oktober hingga November, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina bisa terjadi hampir di seluruh wilayah Tanah Air, kecuali Sumatera.

Baca juga: Ini Penjelasan Mengapa Mata Kucing Tampak Menyala di Malam Hari 

Sementara pada Desember sampai Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara, dan Papua.

"Pada Bulan Oktober ini beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki Musim Hujan, di antaranya Pesisir timur Aceh, sebagian Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Lampung, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan," lanjut dia.

"Sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat," sambung Taufan.

Peningkatan curah hujan seiring dengan awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.

"Para pemangku kepentingan diharapkan dapat lebih optimal melakukan pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir misalnya dengan penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air yang berlebih," pungkasnya.

Baca juga: Arkeolog Temukan Kuil Pagan Berusia 1.200 Tahun 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini