Bintang Berukuran seperti Matahari Terkoyak oleh Lubang Hitam

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 16 2293040 bintang-berukuran-seperti-matahari-terkoyak-oleh-lubang-hitam-1ifpFbVkEh.jpg Ilustrasi bintang terkoyak lubang hitam. (Foto: ESO/M. Kornmesser/IFL Science)

SEBUAH bintang terkoyak oleh black hole (lubang hitam) yang berjarak 215 juta tahun cahaya. Pengamatan menunjukkan bintang itu memiliki massa hampir sama dengan matahari, kemudian kehilangan sekira setengahnya setelah mendekati lubang hitam.

Kematian kosmik yang luar biasa ini dikenal dengan peristiwa gangguan pasang surut (tidal disruption event/TDE) sekaligus kejadian terdekat yang pernah tercatat. Ketika bintang itu hancur kilatan cahaya terang muncul. TDE dikenal sebagai AT2019qi.

Baca juga: Cahaya Terdeteksi Masih Memancar dari Tabrakan Bintang Neutron 

Laporan Monthly Notices of the Royal Astronomical Society menyebutkan lubang hitam sekira 1 juta kali massa matahari menarik sebuah bintang yang kira-kira sebesar matahari. Ketika sebuah benda terlalu dekat dengan lubang hitam, maka akan tertarik akibat gravitasi yang kuat dan sering mengakibatkan kematian karena spaghetifikasi.

Spaghetifikasi merupakan peregangan dan kehancuran bintang di sekitar lubang hitam. Materi yang dipanaskan menjadi plasma yang kemudian berputar di sekitar lubang hitam.

Baca juga: Satelit NASA Rekam Peristiwa Bintang Besar Meledak 

"Lubang hitam yang 'menyedot' bintang di dekatnya terdengar seperti fiksi ilmiah, namun hal ini memang benar-benar nyata," kata Matt Nicholl, peneliti sekaligus penulis utama dari Royal Astronomical Society di University of Birmingham, sebagaimana dikutip dari IFL Science, Selasa (13/10/2020).

Saat material dari bintang tersebut jatuh ke lubang hitam, mereka dipanaskan dalam suhu yang tinggi sehingga melepaskan semburan energi yang terang. Namun masalah dari pengamatan ini ketika flare tersebut sering terhalangi oleh debu dan puing-puing.

Studi ini menunjukkan puing tersebut berasal dari bintang itu sendiri yang berputar di sekitar lubang hitam. Saat bergerak menjauh, material tersebut dingin dan menjadi penghalang dalam pengamatan.

"Kami dapat melihat puing-puing itu ditarik saat lubang hitam meluncurkan aliran material yang kuat dengan kecepatan hingga 10.000 kilomter per detik," kata rekan penulis Kate Alexander.

Baca juga: Astronom Temukan Populasi Baru Bintang di Galaksi Bima Sakti 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini