Ini Penjelasan Mengapa Manusia Pejamkan Mata saat Bersin

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 16 2293157 ini-penjelasan-mengapa-manusia-pejamkan-mata-saat-bersin-qVjV4b7NBV.jpg (Foto: Shutterstock)

Pernahkah Anda memperhatikan ketika bersin maka seseorang akan menutup matanya. Dr. David Huston, dekan asosiasi di kampus Texas A&M College of Medicine Houston mengatakan, penyebab manusia menutup matanya saat bersin yakni untuk mencegah partikel yang dikeluarkan oleh hidung memasuki mata mereka.

“Dengan menutup kelopak mata saat bersin, maka itu dapat mencegah iritasi untuk memasuki dan mengganggu mata,” ujar Huston.

Meskipun demikian, manusia bisa membuka matanya ketika bersin. Tidak perlu khawatir bola mata Anda akan keluar seperti sebuah kisah yang tidak terjelaskan dalam sains.

“Tidak ada bukti yang membenarkan klaim tersebut. Tekanan yang dihasilkan dari bersin tidak mungkin dapat menyebabkan bola mata keluar bahkan jika Anda membuka mata,” jelas Huston.

Tekanan yang meningkat dari bersin yang keras dapat terbentuk di pembuluh darah, bukan di mata ataupun otot yang mengelilinginya. Tekanan vaskular yang meningkat ini dapat menyebabkan pembuluh darah kecil (kapiler) pecah.

“Misalnya, selama proses persalinan, ketegangan yang berlebihan bisa menyebabkan beberapa pembuluh mengalami pendarahan sehingga mata atau wajah seorang ibu tersebut tampak merah atau lebam. Namun, sangatlah tidak bertanggungjawab untuk mengklaim bahwa tekanan semacam itu bisa melepaskan bola mata dari rongganya,” terang Huston. Demikian dilansir dari Live Science.

Sekadar informasi, bersin merupakan refleks sternutasi, melindungi jalur hidung manusia dari partikel asing dengan memaksa angin meluncur kencang dengan kecepatan 10 mph, dari paru-paru.

Sebelumnya, kecepatannya tercatat mencapai 100 mph, tetapi sebuah penelitian pada 2013 yang diterbitkan di jurnal Plus One menemukan bahwa enam sukarelawan memiliki kecepatan bersin 4,5 meter per detik atau 10 mph.

Baca juga: Sejarah Gunting yang Diciptakan Sejak 4.000 Tahun Lalu

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini