NASA Siap Ungkap Rahasia Karbon di Asteroid Bennu

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 16 2293429 nasa-siap-ungkap-rahasia-karbon-di-asteroid-bennu-ozu7nP8Bmh.png Bebatuan di Asteroid Bennu yang diduga mengandung karbon. (Foto: NASA/Goddard/Universitas Arizona/Fox News)

NASA dikabarkan siap mendaratkan pesawat luar angkasanya di Asteroid Bennu untuk mengungkap rahasia batuan antariksa misterius tersebut. Hal ini menyusul beberapa hasil penelitian yang membahas mengenai asteroid itu.

Beberapa penelitian yang diterbitkan di jurnal Science and Science Advances tentang hal ini mencatat bahwa bahan organik yang mengandung karbon tersebar luas di permukaan asteroid. Ini termasuk area di mana pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx NASA akan mengambil sampel pertamanya yang dikenal sebagai Nightingale pada 20 Oktober.

Baca juga: NASA Ungkap Bennu adalah Asteroid yang Terbuat dari Puing Antariksa 

"Kelimpahan bahan bantalan karbon adalah keberhasilan untuk misi tersebut. Kami optimis akan mengumpulkan dan mengembalikan sampel dengan bahan organik. Inilah tujuan utama dari misi OSIRIS-REx," kata peneliti utama Dante Lauretta dari Universitas Arizona, sebagaimana dikutip dari Fox News, Rabu (14/10/2020).

Para peneliti mengungkapkan pada masa awal-awal terbentuknya tata surya, saat planet terbentuk, puing-puing beterbangan ke seluruh angkasa yang sebagian besar tidak pernah menjadi planet atau bulan akhirnya menjadi bagian dari sabuk asteroid.

Asteroid Bennu. (Foto: NASA/Goddard/Universitas Arizona/IFL Science)

Komposisi unik Bennu itu kemudian seakan memperkuat argumen panspermia, sebuah gagasan bahwa asteroid membantu komponen yang diperlukan untuk kehidupan.

"Karena bermigrasi dari sabuk asteroid utama ke orbit yang melintasi Bumi, Bennu adalah contoh bagaimana materi bisa dikirimkan jauh dari tata surya," kata salah satu penulis makalah, Amy Simon, dalam sesi wawancara dengan Space.com.

Baca juga: Peneliti Akan Mendarat di Asteroid Bennu untuk Ungkap Partikel yang Lepas 

Menurut sebuah artikel di situs NASA, panspermia merupakan hipotesis bahwa kehidupan di Bumi berasal dari mikroorganisme di luar angkasa yang dibawa secara tidak sengaja oleh benda-benda seperti debu luar angkasa, meteroid, dan asteroid.

Sebuah studi pada 2018 memerinci ada implikasi objek mirip komet dapat membawa kehidupan mikroba melintasi ribuan tahun cahaya.

NASA menyatakan peneliti juga menemukan karbonat di Bennu yang menimbulkan keyakinan bahwa asteroid induknya mungkin memiliki sistem hidrotermal yang luas di mana air dapat berinteraksi dan mengubah batu di tubuh induk Bennu.

Setelah tertunda karena pandemi virus corona (covid-19), NASA menyatakan OSIRIS-REx akan mengambil sampel asteroid pada 20 Oktober, mundur jauh dari rencana awal pada 25 Agustus.

Baca juga: NASA Kerahkan Wahana Antariksa untuk Mendarat di Asteroid Bennu 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini